Di sisi lain, ceritanya agak berbeda untuk IKEA. Pasar furnitur memang masih lesu dan penuh tantangan. Tapi Paulus memastikan, setidaknya ada tren perbaikan yang mulai terlihat sepanjang tahun ini.
Katanya lagi. Strateginya pun berjalan. IKEA terus berupaya menawarkan harga yang lebih terjangkau, menyegar koleksi produk, dan tak lupa menggenjot bisnis makanan serta kanal digital lewat platform e-commerce.
Perusahaan juga tak diam soal penguatan struktur keuangan. Di tengah tahun, tepatnya Juni 2025, mereka menyelesaikan penjualan dua aset properti. Langkah itu jelas memperkuat posisi kas.
Lantas, bagaimana prospek ke depannya? Paulus tampak optimis, meski dengan catatan.
Demikian tutupnya. Jadi, meski laba bersih tahunan anjlok, performa operasional inti justru menunjukkan geliat yang cukup menjanjikan.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Kredit Rp4 Triliun ke Dua Anak Usaha Golden Energy Mines
GEMA Gelar Buyback Saham Senilai Rp2 Miliar hingga 2026
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar