Senin lalu, suasana di Gedung Bursa Efek Indonesia cukup ramai. Itu hari di mana PT Abadi Lestari Indonesia, atau RLCO, resmi melantai di papan perdana. Sahamnya langsung melesat.
Harga pembukaannya berada di Rp226 per lembar. Angka itu jauh melampaui harga penawaran awalnya yang cuma Rp168. Kalau dihitung, kenaikannya mencapai 34,52 persen. Cukup fantastis untuk awal perjalanan.
Menurut pantauan hingga pukul 09.20 WIB, saham RLCO bertahan di level Rp226. Perdagangan berlangsung cukup aktif, dengan lebih dari 361 ribu saham berpindah tangan. Nilai transaksinya menembus Rp81,7 juta, dilakukan dalam ribuan kali perdagangan.
Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, tampak antusias menyambut momen ini. Di hadapan para undangan, ia menyampaikan bahwa ini bukan sekadar milestone bagi perusahaannya.
"Pencatatan saham ini menandai babak baru. Bukan cuma untuk kami, tapi juga bagi masyarakat dan Indonesia. Mulai hari ini, kita bicara tentang perseroan yang akan jadi bagian dari pembangunan wajah baru industri global,"
Lalu, kemana uang hasil IPO mereka akan dialirkan? Rencananya, sebagian besar dana tepatnya 56,33 persen akan dipakai untuk modal kerja. Tujuannya jelas: membeli bahan baku sarang burung walet. Sisa dananya, sekitar 43,67 persen, akan disuntikkan ke anak perusahaannya, PT Realfood Winta Asia. Alokasinya sama, untuk pengadaan bahan baku juga.
Di sisi lain, kinerja keuangan RLCO sejauh ini terlihat solid. Selama lima bulan pertama di 2025, penjualannya mencapai Rp231,3 miliar. Angka itu naik signifikan, sekitar 47,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba mereka juga ikut meroket. Peningkatannya sejalan dengan volume penjualan ekspor yang membesar dan perluasan kanal distribusi di dalam negeri. Tampaknya, langkah ke bursa ini diambil saat momentum perusahaan sedang bagus-bagusnya.
Nah, tinggal kita lihat nanti, apakah RLCO bisa mempertahankan daya pacu ini di tengah dinamika pasar yang tak pernah benar-benar bisa ditebak.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020