Namun begitu, kondisi infrastruktur yang rusak berat membuat beberapa daerah nyaris tak terjangkau. Di sinilah kolaborasi jadi kunci. Bersama TNI Angkatan Udara, Pertamina Patra Niaga menyalurkan pasokan lewat udara. Pesawat Hercules dan pesawat perintis dikerahkan untuk mengangkut BBM dan Avtur ke daerah-daerah terpencil seperti Sibolga, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Jalur laut pun tak ketinggalan. Untuk menjangkau masyarakat di Aceh, perusahaan mengirimkan pasokan melalui kapal. Sebanyak sembilan skid tank LPG dan empat armada mobil tangki BBM dikirimkan lewat laut, sebagai bagian dari upaya memastikan tak ada satu wilayah pun yang terisolasi dari pasokan energi.
“Situasi darurat ini menuntut kecepatan. Distribusi energi adalah tulang punggung pemulihan masyarakat,” tegas Mars Ega. “Kami pastikan semua lini bergerak, darat, laut, udara. Pertamina Patra Niaga all out untuk mendukung pemulihan Sumatera.”
Bagi pihak-pihak yang memerlukan informasi lebih lanjut, perusahaan telah menyiapkan kanal layanan khusus. Lembaga dan instansi bisa menghubungi 0822-7692-9620. Sementara untuk masyarakat umum, layanan resmi Pertamina Contact Center 135 tetap siap melayani.
Artikel Terkait
Bahlil Siapkan Harga Dasar Timah untuk Lindungi Penambang Rakyat
Pelaku Usaha Soroti Peluang Nyata di Balik Kesepakatan Ekonomi Indonesia-Inggris
Pajak Kripto Meroket Meski Transaksi Anjlok, Tembus Rp 719 Miliar
BULOG Tegaskan 7% Bukan Keuntungan, Tapi Kompensasi Negara