Dari sisi Transjakarta, responsnya sangat positif.
"Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini," kata Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza.
Dia optimistis, integrasi sistem yang lebih canggih ini akan memperkuat keandalan operasional. Hasil akhir yang diharapkan? Pengalaman transportasi publik yang lebih baik bagi warga Jakarta: aman, nyaman, dan tentu saja, lebih ramah lingkungan.
Secara bisnis, langkah ini dinilai memperkokoh posisi TRON di dua sektor yang sedang naik daun: mobilitas terintegrasi dan energi terbarukan. Proyek ini jadi landasan untuk ekspansi, mulai dari IoT, solusi data, pembangunan SPKLU, hingga model pendapatan berulang. Potensi replikasinya juga terbuka untuk kota-kota besar lain di Indonesia.
David Santoso menutup dengan nada optimis.
"Dengan meningkatnya kebutuhan transformasi digital dan elektrifikasi, kami berada pada posisi yang kompetitif. Peluang investasi jangka panjang ini punya risiko terukur dan potensi pertumbuhan yang kuat," pungkasnya.
Kerja sama ini, pada akhirnya, bukan cuma tentang halte yang lebih pintar. Ini tentang membangun fondasi transportasi kota masa depan.
Artikel Terkait
Trump di Davos: Pamer Ekonomi AS dan Kritik Pedas untuk Eropa
Batu Bara Dominan, KAI Logistik Tumbuh 4% dari Layanan Lain
Perry Warjiyo: Ekonomi Indonesia Harus Tahan Banting di Tengah Badai Global
Deretan Emiten Data Center di BEI: Pilihan Investasi di Balik Tulang Punggung Ekonomi Digital