United Tractors (UNTR) baru saja meresmikan anak usaha di bidang nikel. Ini bukan langkah kecil, karena mereka menggelontorkan modal awal hingga Rp10 miliar untuk mewujudkannya.
Perusahaan baru itu bernama PT Nusantara Industri Nikel Lestari, atau disingkat NINL. Berdiri sejak 21 November 2025, NINL akan berkutat di industri logam dasar non-besi, plus perdagangan besar bijih logam. Yang menarik, NINL lahir dari dua anak perusahaan UNTR yang sudah ada: PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN). Keduanya memegang kendali penuh.
Langkah ini jelas bukan tanpa alasan. Selama ini, nama UNTR identik dengan alat berat dan tambang. Namun begitu, mereka rupanya sedang getol membidik peluang baru di hilir. Industri pengolahan nikel, yang lagi panas-panasnya, jadi sasaran berikutnya.
Manajemen UNTR sendiri mengaku, pendirian NINL adalah bagian dari strategi diversifikasi. Mereka ingin punya portofolio yang lebih terintegrasi, mencakup jasa hingga pengolahan di rantai nilai nikel.
"Tujuan didirikannya NINL ini merupakan kelanjutan upaya Perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha melalui entitas-entitas yang terkendali sepenuhnya oleh UNTR,"
Demikian penjelasan resmi dari manajemen dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu lalu, 3 Desember 2025.
Soal kepemilikan, komposisinya cukup unik. DTN memegang saham mayoritas, tepatnya 99,90 persen. Sementara itu, EPN menguasai sisa sahamnya, yaitu 0,10 persen. Meski terdengar besar, penyertaan modal ini disebut-sebut tidak akan mengguncang operasional maupun kondisi keuangan UNTR dalam waktu dekat. Dampaknya dianggap tidak material.
Jadi, inilah langkah baru UNTR. Dari gurita alat berat, mereka kini merambah ke dunia pengolahan mineral. Waktulah yang akan membuktikan bagaimana langkah strategis ini berjalan.
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan