Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Minahasa Capai 37,51 Persen, Brantas Abipraya Optimistis Rampung Juni 2026

- Selasa, 05 Mei 2026 | 20:15 WIB
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Minahasa Capai 37,51 Persen, Brantas Abipraya Optimistis Rampung Juni 2026

PT Brantas Abipraya (Persero) terus menggenjot pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di sejumlah daerah, menargetkan proyek infrastruktur pendidikan ini rampung tepat waktu untuk menyambut tahun ajaran baru 2026. Sebagai BUMN konstruksi, perusahaan memastikan seluruh tahapan pengerjaan berjalan sesuai standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Percepatan saat ini tengah dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, serta dua kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Banjarbaru dan Barito Kuala, yang menunjukkan progres signifikan.

Hingga awal Mei 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Minahasa tercatat mencapai 37,51 persen. Capaian tersebut meliputi pekerjaan struktur utama, baja struktur, baja ringan, hingga pekerjaan kawasan. Realisasi terhadap kurva rencana (S-Curve) bahkan menunjukkan deviasi positif sebesar 2,36 persen, menandakan pelaksanaan proyek berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Barito Kuala dan Banjarbaru telah mencapai 52,49 persen, dengan deviasi positif yang serupa.

Komisaris Independen Brantas Abipraya, Isra D. Pramulya, menegaskan bahwa percepatan pembangunan tetap diimbangi dengan pengendalian kualitas yang ketat. “Pembangunan Sekolah Rakyat ini kami pastikan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan aspek keselamatan kerja,” ujar Isra dalam kunjungannya ke lokasi proyek di Kalimantan, Selasa, 5 Mei 2026.

Di tengah progres yang positif, proyek ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Tingginya curah hujan disebut memengaruhi aktivitas konstruksi, sementara kelangkaan solar (BBM) berdampak pada distribusi material alam seperti pasir, baik untuk pekerjaan di lapangan maupun suplai ke batching plant. Menyikapi hal tersebut, Brantas Abipraya menerapkan berbagai langkah strategis guna menjaga target penyelesaian proyek pada 20 Juni 2026.

Perusahaan menambah dua unit mobile crane sehingga total menjadi empat unit, serta mengubah metode pengecoran pelat dari sistem konvensional menjadi metal deck untuk meningkatkan efisiensi waktu. Optimalisasi pekerjaan juga dilakukan melalui penerapan tiga shift kerja. Selain itu, percepatan dilakukan dengan menggunakan material fasad GRC super panel sebagai pengganti plester aci, serta mengubah struktur gedung SMA dari beton bertulang menjadi baja profil. Di SR Barito Kuala dan Banjarbaru, bekisting konvensional diganti dengan bondex, dan pembesian plat lantai dari besi konvensional diubah menjadi wiremesh.

Jumlah tenaga kerja juga ditingkatkan hingga 600 orang, termasuk melalui mobilisasi menggunakan pesawat carter. Dari sisi logistik, perusahaan mempercepat pengadaan material seperti keramik, MEP, dan furnitur dengan memaksimalkan sewa gudang. Pengiriman material dialihkan menggunakan pesawat Hercules dan kargo udara untuk memastikan kelancaran suplai di tengah keterbatasan distribusi konvensional. “Percepatan yang dilakukan tidak mengorbankan mutu. Ini menjadi upaya kami untuk memastikan proyek dapat selesai lebih cepat dengan tetap memenuhi standar terbaik,” jelas Isra.

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akses pendidikan yang layak dan merata. Sekolah ini dirancang dengan konsep asrama terpadu yang dilengkapi fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga. Brantas Abipraya optimistis proyek ini akan memberikan dampak positif berkelanjutan, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda di berbagai daerah.

“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, khususnya sektor pendidikan. Melalui proyek ini, kami berkomitmen turut membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” tutup Isra.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar