Harga patokan ekspor untuk konsentrat tembaga kembali bergerak naik di awal Desember ini. Kementerian Perdagangan mencatat, angka itu kini berada di level USD 5.462,63 per Wet Metrik Ton. Kalau dibandingin dengan periode kedua November lalu, kenaikannya sekitar 0,55 persen.
Nah, apa sih yang bikin harganya naik? Menurut Tommy Andana, yang menjabat sebagai Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, penyebabnya kompleks. Dia bilang, permintaan global yang makin tinggi jadi salah satu pendorong utamanya.
Begitu penjelasan Tommy dalam rilis yang dikutip Selasa (2/12) kemarin.
Ceritanya nggak cuma soal tembaga aja. Tommy ngasih gambaran lebih detail soal pergerakan harga logam lain di periode yang sama. Harga tembaga di pasar dunia sebenarnya melemah tipis, cuma 0,07 persen. Tapi ini bisa jadi karena ada pasokan dengan kadar logam yang lebih rendah beredar.
Di sisi lain, emas dan perak justru meroket. Kenaikannya signifikan, masing-masing 0,92 persen dan 4,72 persen. Investor lagi ramai-ramainya lari ke logam mulia buat ngamanin aset mereka, jadi ya wajar harganya terdongkrak. Dan ini semua turut memengaruhi perhitungan HPE konsentrat tembaga kita.
Artikel Terkait
RUPTL 2025-2034 Diuji di PTUN, Serikat Pekerja PLN Soroti Ancaman Kedaulatan Energi
Di Sudut Jalan, Ekonomi Kreatif Berdetak dengan Hukum Gotong Royong
Wall Street Bangkit, Didorong Laporan Cemerlang Bank Investasi dan Prospek Cerah TSMC
IHSG Tembus 9.075, Catat Rekor Baru di Awal 2026