Menurut CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga pada Desember kini sekitar 80 persen. Tapi jangan terlalu cepat berharap. Masih ada ketidakpastian karena perpecahan pendapat di antara pejabat The Fed, ditambah data inflasi dan ketenagakerjaan kunci baru akan keluar setelah pertemuan mereka.
Dari dalam negeri, target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang digaungkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai para ekonom cukup realistis. Namun begitu, untuk mencapainya butuh perubahan pendekatan analisa ekonomi yang signifikan.
Langkah penempatan dana pemerintah di perbankan mulai menunjukkan hasil, meski masih jauh dari kata optimal.
"Untuk membawa perekonomian Indonesia naik kelas, kebijakan yang sudah ada harus ada pendorong tambahan. Ada beberapa langkah kunci yang harus diambil. Salah satunya dilakukannya reformasi pasar tenaga kerja dan dukungan pada industri dalam negeri,"
kata Ibrahim.
Ia juga menilai langkah menertibkan impor barang-barang ilegal atau thrifting sudah tepat untuk melindungi industri lokal. Ditambah lagi dengan pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang membuka lapangan kerja baru.
Dengan semua sentimen ini, untuk perdagangan besok, rupiah diproyeksikan masih fluktuatif. Tapi kemungkinan besar akan ditutup melemah lagi, kali ini di rentang Rp16.660 sampai Rp16.700.
Artikel Terkait
BSDE Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026, Andalkan BSD City
DIVA Lepas 28,5 Juta Saham Treasuri ke Pasar Mulai 11 Maret
RMK Energy Beli Kembali 2,3 Juta Saham Senilai Rp10 Miliar
IHSG Naik 0,50%, Saham JAYA Melonjak 35% Jadi Top Gainer