Ketika ditanya apakah pertemuan bisa terjadi sebelum tutup tahun, Rosan menjawab singkat namun penuh harap. "Insyaallah (Desember 2025)," tambahnya.
Di sisi lain, Presiden Prabowo tampaknya tak mau ambil pusing dengan isu utang Whoosh yang sempat ramai diperbincangkan. Ia dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk menanggung jawab proyek tersebut.
Memang, PT KAI harus membayar sekitar Rp 1,2 triliun per tahun ke China. Tapi bagi Prabowo, angka itu bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Manfaat Whoosh dalam mengurangi kemacetan dan polusi, menurutnya, jauh lebih bernilai.
“Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11).
Artikel Terkait
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa