Ketika ditanya apakah pertemuan bisa terjadi sebelum tutup tahun, Rosan menjawab singkat namun penuh harap. "Insyaallah (Desember 2025)," tambahnya.
Di sisi lain, Presiden Prabowo tampaknya tak mau ambil pusing dengan isu utang Whoosh yang sempat ramai diperbincangkan. Ia dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk menanggung jawab proyek tersebut.
Memang, PT KAI harus membayar sekitar Rp 1,2 triliun per tahun ke China. Tapi bagi Prabowo, angka itu bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Manfaat Whoosh dalam mengurangi kemacetan dan polusi, menurutnya, jauh lebih bernilai.
“Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11).
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam