CCEPC sendiri bukanlah pemain baru. Perusahaan rekayasa internasional ini fokus pada pengembangan teknologi energi kimia, tenaga listrik ramah lingkungan, hingga pembangunan taman industri dan proyek infrastruktur. Berbasis di Indonesia, mereka membawa serta pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang penelitian teknologi, konsultasi, desain, dan konstruksi EPC.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya SKI yang terus berkomitmen pada inisiatif ramah lingkungan. Perusahaan aktif mendorong pengembangan solusi daur ulang dan ekonomi sirkular.
Sugiarto berharap langkah ini bisa memperkuat kontribusi nyata perusahaannya.
Proyek WTE di Bali ini dinilai akan menjadi terobosan dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi. Sebuah langkah strategis yang patut untuk ditunggu perkembangannya.
Artikel Terkait
BSDE Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026, Andalkan BSD City
DIVA Lepas 28,5 Juta Saham Treasuri ke Pasar Mulai 11 Maret
RMK Energy Beli Kembali 2,3 Juta Saham Senilai Rp10 Miliar
IHSG Naik 0,50%, Saham JAYA Melonjak 35% Jadi Top Gainer