CCEPC sendiri bukanlah pemain baru. Perusahaan rekayasa internasional ini fokus pada pengembangan teknologi energi kimia, tenaga listrik ramah lingkungan, hingga pembangunan taman industri dan proyek infrastruktur. Berbasis di Indonesia, mereka membawa serta pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang penelitian teknologi, konsultasi, desain, dan konstruksi EPC.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya SKI yang terus berkomitmen pada inisiatif ramah lingkungan. Perusahaan aktif mendorong pengembangan solusi daur ulang dan ekonomi sirkular.
Sugiarto berharap langkah ini bisa memperkuat kontribusi nyata perusahaannya.
Proyek WTE di Bali ini dinilai akan menjadi terobosan dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi. Sebuah langkah strategis yang patut untuk ditunggu perkembangannya.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi AS
MCOL Dirikan Anak Usaha Rp18,75 Miliar untuk Garap Bisnis Data dan TI
Pemerintah Hapus 11.014 Nama dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026
IHSG Menguat Tipis 0,46% di Sesi Pagi, Volume Transaksi Tembus Rp10 Triliun