ENRG Kuasai Penuh Blok Kangean, Fokus Garap Potensi Gas Raksasa

- Selasa, 25 November 2025 | 18:55 WIB
ENRG Kuasai Penuh Blok Kangean, Fokus Garap Potensi Gas Raksasa

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akhirnya merampungkan akuisisi 25 persen participating interest di Kontrak Kerja Sama (KKS) Kangean. Saham itu sebelumnya dipegang oleh Japan Petroleum Exploration Co Ltd (JAPEX.

Kini, lewat entitas anaknya, ENRG resmi menjadi pemilik sekaligus operator tunggal blok migas di Jawa Timur itu. Ini langkah strategis yang mengukuhkan kendali penuh perusahaan atas aset tersebut.

Syailendra S Bakrie, Direktur Utama ENRG, tak ragu menyoroti prospek jangka panjang Blok Kangean. Menurutnya, lapangan gas Rancak dan West Kangean punya potensi besar yang sedang dipersiapkan untuk pengembangan lebih lanjut.

"Kami tengah mempersiapkan pengembangan Rancak, termasuk pengeboran tiga sumur pengembangan. Selain itu, ENRG juga akan memperkuat kegiatan eksplorasi di West Kangean untuk memverifikasi lebih lanjut potensi yang ada,"

Ucap Syailendra dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (25/11/2025).

Dengan kepemilikan 100% ini, ENRG bertekad mendorong optimalisasi produksi dari aset strategisnya. Kangean dinilai punya peran krusial bagi pertumbuhan perusahaan ke depan, apalagi kontribusinya terhadap produksi gas selama ini cukup signifikan.

"Kangean merupakan aset gas terbesar kedua dalam portofolio kami saat ini, dan kami tetap optimistis bahwa blok ini akan terus menjadi salah satu kontributor utama bagi produksi gas ENRG secara keseluruhan,"

tutur Syailendra lagi.

Di sisi lain, ada juga transaksi yang berjalan berbarengan. Perseroan melepas 50 persen kepemilikannya di Blok Gebang kepada Japex, meski nilai pastinya tak diungkap ke publik.

Alhasil, porsi ENRG di Blok Gebang menyusut jadi 50 persen. Namun begitu, kemitraan dengan Japex di blok ini diharap bisa mendongkrak produksi gas pada 2027, sekaligus memberi dampak positif bagi EBITDA, arus kas, dan cadangan migas perseroan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar