Proyek Tol Layang Cikunir Karawaci: Harapan Baru untuk Perekonomian
Bayangkan sebuah jalan tol layang sepanjang 36 kilometer yang membentang dari Cikunir hingga Alam Sutra, melayang di atas dan sejajar dengan jalan tol dalam kota Jakarta yang sudah ada. Itulah wujud ambisius dari proyek Jalan Tol Layang Cikunir Karawaci. Proyek ini bukan cuma soal beton dan besi, tapi lebih dari itu. Ia digadang-gadang bisa membuka ribuan lapangan kerja dan jadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Hal ini diungkapkan oleh Roestiandi Tsamanov, salah satu pimpinan Konsorsium PT. EII, dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani. Menurut Roestiandi, inti dari pertemuan tersebut adalah untuk membahas pengembangan proyek tersebut.
"Tujuan pertemuan ini dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi atau BKPM adalah terkait dengan proyek jalan tol layang Cikunir Karawaci yang sedang kita kembangkan," ujar Roestiandi.
Ia melanjutkan, proyek ini dijalankan lewat skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema ini tentu saja akan melibatkan banyak pihak, baik investor dalam negeri maupun dari luar negeri. Alhasil, gelontoran dana investasi yang masuk diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi, membuka usaha-usaha baru, dan yang paling dirasakan rakyat: menciptakan lapangan kerja.
Dari segi rute, proyek ini dirancang cukup kompleks dan dibagi menjadi tiga ruas utama. Ada ruas Timur (Cikunir-Cawang), ruas Tengah (Cawang-Tomang), dan ruas Barat (Tomang-Alam Sutra). Begitu beroperasi penuh nanti, tol layang ini diproyeksikan bisa menampung lalu lintas hingga 200 ribu mobil setiap harinya. Bayangkan betapa padatnya.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis 0,46% di Sesi Pagi, Volume Transaksi Tembus Rp10 Triliun
Autopedia Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp20 Miliar untuk Program MESOP
Saham Prajogo Pangestu Cetak Kenaikan Signifikan Hingga Enam Hari Berturut-turut
IHSG Dibuka Melemah, Investor Domestik Lakukan Net Sell Rp200 Miliar