IHSG masih punya peluang untuk melanjutkan penguatannya, kali ini menuju rentang 8.540 hingga 8.577. Analis dari MNC Sekuritas mencatat, pada perdagangan kemarin indeks memang ditutup menguat 0,16 persen di level 8.419. Tapi pergerakannya nggak mulus begitu saja.
Tekanan jual sempat muncul dan mendorong IHSG menguji area resistance. Jadi, meski hijau, sesi kemarin cukup dinamis.
Nah, untuk hari Jumat, 21 November 2025 ini, MNC Sekuritas memberi sejumlah level kunci. Di sisi bawah, support utama ada di 8.341 dan 8.276. Sementara resistance yang perlu ditembus berada di 8.488 dan 8.532.
Lalu, saham-saham apa saja yang jadi andalan? Ini rekomendasi dari MNC Sekuritas.
Pertama, AADI. Saham ini kemarin terkoreksi 1,59 persen ke posisi Rp7.725 dan masih didominasi tekanan jual. Analis bilang, selama AADI bisa bertahan di atas level 7.800 yang jadi stoploss-nya, maka posisi saat ini kemungkinan sedang berada di bagian dari wave [iv]. Strateginya, beli di saat lemah.
Buy on Weakness: Rp7.550-Rp7.675
Target Price: Rp7.875, Rp8.100
Stoploss: below Rp7.450
Berikutnya, CUAN. Berbeda dengan AADI, CUAN justru menguat 3,24 persen ke Rp2.230. Yang menarik, penguatan ini dibarengi peningkatan volume pembelian yang signifikan. Posisinya diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b].
Buy on Weakness: Rp2.170-Rp2.230
Target Price: Rp2.380, Rp2.500
Stoploss: below Rp2.110
Lalu ada INKP, yang juga catat kenaikan 2,33 persen ke level Rp7.675. Volume pembelian ikut menguat dan yang penting, pergerakannya sudah mampu bertahan di atas cluster MA20 dan MA60. Ini menunjukkan momentum yang cukup bagus. Posisinya diduga sedang di wave (iii) dari wave [v].
Buy on Weakness: Rp7.575-Rp7.675
Target Price: Rp7.950, Rp8.100
Stoploss: below Rp7.500
Terakhir, PANI. Saham ini kemarin sedikit melemah 0,71 persen ke Rp13.900. Tapi jangan salah, di balik koreksi itu justru ada volume pembelian yang muncul. Analis memperkirakan posisi PANI saat ini sedang dalam bagian dari wave [d] dari wave B dari wave (B) pada pola triangle. Lumayan kompleks, tapi intinya ada potensi pemulihan.
Buy on Weakness: Rp13.350-Rp13.850
Target Price: Rp14.325, Rp14.650
Stoploss: below Rp13.100
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil