Lantas, kenapa maskapai sekelas SQ tertarik? Rupanya, ini bagian dari komitmen mereka terhadap energi berkelanjutan. "SQ ingin mendeklarasikan diri sebagai maskapai yang berwawasan lingkungan. Mereka berencana agar satu persen avtur yang digunakan berbahan baku bio, dan salah satu bahannya ya minyak jelantah ini," papar Dadan lebih lanjut.
Dengan jumlah SPPG yang mencapai 30 ribu unit, potensi pasokan minyak jelantah ini benar-benar besar. Coba bayangkan. Jika setiap SPPG menghasilkan sekitar 550 liter minyak jelantah per bulan, maka totalnya bisa mencapai jutaan liter. Angka yang fantastis untuk dijadikan bahan baku bioavtur.
"Coba hitung saja, 30 ribu SPPG dikali 550 liter. Berapa juta liter yang bisa kita dapatkan setiap bulannya?" ucapnya. Potensi yang tadinya terbuang, kini justru bisa menyokong langkah menuju energi yang lebih hijau.
Artikel Terkait
Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Euforia Teknologi AI
RLCO Bentuk Anak Usaha Baru untuk Garap Bisnis Protein Laut
Indo Premier Naikkan Peringkat Migas Jadi Overweight, Soroti Ketatnya Pasokan dan Permintaan China
Harga Minyak Anjlok 1% Imbas Pernyataan Siap Damai Iran