Di tengah gelombang Samudera Atlantik, Penjaga Pantai AS berhasil menyita dua kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan Venezuela. Peristiwa ini terjadi Rabu (8/1) waktu setempat. Yang menarik, salah satu dari kapal itu belakangan diketahui berlayar dengan mengibarkan bendera Rusia.
Langkah ini bukanlah insiden biasa. Menurut sejumlah analis, ini adalah bagian dari tekanan agresif pemerintahan Trump untuk mengendalikan lalu lintas minyak di kawasan Amerika. Tujuannya jelas: mendesak pemerintah Venezuela agar lebih berpihak kepada Washington. Operasi penyitaan ini sendiri terjadi hanya beberapa hari pasca-penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan militer AS di Caracas, Sabtu lalu. Gedung Putih kini semakin ketat memblokade kapal-kapal yang masuk dalam daftar sanksinya, termasuk yang beroperasi dari negara anggota OPEC itu.
Meski begitu, ada sedikit kelonggaran. Pemerintahan Trump juga menyatakan akan melembutkan sebagian sanksi minyak terhadap Venezuela yang sudah berjalan sejak 2019. Sebuah langkah yang terkesan kontradiktif di tengah aksi tegas mereka di laut.
Pengejaran Sengit dan Dukungan Sekutu
Kisah penangkapan kapal pertama, tanker Marinera (dulu bernama Bella-1), layaknya adegan film. Kapal itu dikejar selama berminggu-minggu di Atlantik sebelum akhirnya bisa ditahan. Mereka sempat menolak diperiksa dan bahkan mendadak mengganti benderanya menjadi bendera Rusia. Namun, upaya itu gagal. Penjaga Pantai AS bersama pasukan khusus akhirnya menahannya berdasarkan surat perintah pengadilan.
Operasi ini ternyata tak dilakukan sendirian. Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) dan satu kapal militer Inggris turut mendukung. Menteri Pertahanan Inggris John Healey dengan tegas menyatakan dukungannya.
ujarnya. Situasi sempat mencekam ketika kapal selam Rusia dan kapal pendampingnya muncul di sekitar lokasi, membuka potensi konfrontasi langsung dengan Moskow. Sampai saat ini, Kremlin belum memberi komentar resmi.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Serukan Pemotongan Bunga 150 Bps untuk Dongkrak Lapangan Kerja
Harga Minyak Melonjak 3% Usai Gejolak Venezuela dan Ancaman Pasokan Global
Harga Minyak Melonjak 3% Dihantui Ketegangan di Venezuela hingga Timur Tengah
Pasar Batu Bara Global Terancam Surplus, Harga Diprediksi Terus Melemah