Harga minyak mentah kembali melemah pada Rabu (19/11). Penurunan ini terjadi setelah ada kabar terbaru dari AS yang mendorong upaya perdamaian untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, lengkap dengan kerangka kerja yang konon sudah disiapkan.
Minyak Brent tercatat anjlok USD 1,38 atau setara 2,1 persen, dan ditutup di level USD 63,51 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga ikut merosot USD 1,30 (2,1 persen) menjadi USD 59,44 per barel.
Di sisi lain, batu bara ikut bernasib sama. Komoditas ini ditutup melemah di akhir sesi perdagangan. Data dari tradingeconomics menunjukkan penurunan sebesar 0,45 persen, sehingga harganya berada di angka USD 111 per ton.
Namun, tidak semua komoditas energi bernasib buruk. Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) justru merangkak naik, meski tipis. Kenaikan sekitar 0,38 persen membawa harga CPO ke level MYR 4.226 per ton.
Untuk logam, pergerakannya cukup beragam. Harga nikel hampir tidak berubah, stagnan. Tercatat ada penurunan sangat kecil, hanya 0,03 persen, sehingga harganya menjadi USD 14.640 per ton.
Sementara itu, timah justru menunjukkan tren positif. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga logam ini menguat 0,21 persen dan bertengger di USD 36.953 per ton.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun, UBS Paling Dalam Terkoreksi Rp54.000 per Gram
CBRE Tunggu Efektif OJK, Rights Issue Ditargetkan Rampung Juni 2026
RCLO Putuskan Tidak Bagikan Dividen 2025, Laba Ditahan Demi Perkuat Bisnis Pasca-IPO
IPCC Bagikan Dividen Rp205,21 Miliar untuk Tahun Buku 2025, Naik 26 Persen