Wall Street kembali mencatatkan hari positif di akhir sesi perdagangan Rabu (19/11/2025). Tiga indeks utama bergerak naik, didorong terutama oleh sentimen optimis terhadap saham-saham teknologi yang menguat. Momentum ini datang tepat jelang rilis laporan kuartalan Nvidia yang dinanti-nanti.
Kalau kita lihat angkanya, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,10 persen ke level 46.138,77. Sementara itu, S&P 500 bertambah 24,87 poin dan ditutup di 6.642,19. Nasdaq Composite jadi yang paling perkasa dengan kenaikan 0,59 persen, menambah 131,38 poin menjadi 22.564,23.
Nah, semua mata tertuju ke Nvidia nih. Sahamnya memang sudah menguat sebelumnya, tapi laporan pendapatan yang bakal keluar setelah pasar tutup ini dianggap sebagai ujian sesungguhnya. Reli pasar sepanjang tahun ini kan banyak digerakkan oleh euforia AI, dan Nvidia adalah salah satu pionirnya. Menurut Tim Ghriskey, Ahli Strategi Portofolio Senior di Ingalls & Snyder, "Saham tersebut hampir pasti akan volatil, menyusul rilis laporan tersebut." Ya wajar sih, namanya juga menunggu hasil.
Di balik optimisme itu, sebenarnya ada kekhawatiran tersendiri. Investor mulai mempertanyakan bagaimana perusahaan-perusahaan teknologi bisa benar-benar menghasilkan uang dari investasi besar-besaran mereka di bidang AI. Data dari ORATS menunjukkan pergerakan tersirat sekitar 7 persen untuk saham Nvidia – bisa naik, bisa juga turun – setelah laporan keuangannya dirilis.
Di sisi lain, tidak semua saham bernasib baik. Target, misalnya, harus merasakan tekanan cukup berat. Saham ritel ini merosot setelah melaporkan penjualan kuartalan yang jauh lebih buruk dari perkiraan. Rupanya, konsumen AS yang lagi ketat anggarannya mulai mengurangi belanja untuk barang-barang yang tidak terlalu penting.
Masalah lainnya datang dari sisi ketenagakerjaan. Kekhawatiran tentang pasar kerja yang mendingin masih terus berlanjut, apalagi dengan jadwal rilis data yang agak kacau karena shutdown pemerintah AS sebelumnya. Menanggapi situasi ini, Biro Statistik Tenaga Kerja AS memutuskan untuk tidak menerbitkan laporan ketenagakerjaan Oktober secara terpisah. Mereka akan menggabungkan datanya dengan laporan periode November nanti.
Jadi, meski hari ini hijau, jalan ke depan masih penwith ketidakpastian. Semuanya sekarang tergantung pada laporan Nvidia dan bagaimana pasar menanggapi hasilnya besok.
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil