Pemerintah Osaka memang sedang serius menggarap perpanjangan Osaka Monorail. Proyek ambisius ini bertujuan memperluas akses transportasi publik di kawasan lingkar luar kota, sekaligus mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi.
Rencananya, akan ada tambahan jalur sepanjang 8,9 kilometer yang menghubungkan Kadoma City dan Uryudo. Saat ini, Osaka Monorail sudah beroperasi sejauh 28 kilometer dengan rata-rata 53 ribu penumpang harian. Moda transportasi ini menjadi tulang punggung yang menghubungkan Bandara Internasional Osaka Itami dengan kota-kota satelit di sekitarnya.
Eto Ryosuke, seorang direktur di divisi perencanaan lalu lintas, memaparkan alasan dipilihnya monorel. "Bagaimana membuat transportasi baru dengan menggunakan area jalan yang sudah ada, alternatifnya adalah monorail," jelasnya. Solusi yang cerdas untuk kota padat seperti Osaka.
Kepadatan lalu lintas di ring road Osaka memang memprihatinkan. Dengan struktur ramping, monorel bisa dibangun tanpa perlu pembebasan lahan besar-besaran. "Memang monorail tidak bisa mengangkut orang banyak, tapi paling tidak bisa mengurangi kemacetan dan mengurangi pengguna kendaraan pribadi," tambah Eto.
Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 30 persen. Seorang engineer di proyek tersebut, Kamatsuka, menyebut depo ditargetkan selesai pada 2028 dan seluruh proyek rampung dua tahun kemudian. Angkanya tidak main-main: total biaya mencapai 140 miliar yen atau sekitar Rp 15,15 triliun.
Pendanaannya sendiri bersumber dari pemerintah pusat yang menanggung separuh biaya, sementara sisanya ditanggung Pemerintah Prefektur Osaka. Sebuah investasi besar untuk masa depan transportasi yang lebih baik.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Tipis, Dua Produk Lainnya Stabil
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2,86 Juta per Gram
Wall Street Fokus pada Laporan Keuangan di Tengah Ketegangan Timur Tengah
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi