Bosch Gelontorkan Rp 484,5 Miliar untuk Pabrik Modular di Cikarang, Pacu Produksi Kendaraan Rendah Emisi

- Rabu, 19 November 2025 | 18:24 WIB
Bosch Gelontorkan Rp 484,5 Miliar untuk Pabrik Modular di Cikarang, Pacu Produksi Kendaraan Rendah Emisi
Bosch Bangun Pabrik Modular Senilai Rp 484,5 Miliar di Cikarang

Bosch Bangun Pabrik Modular Senilai Rp 484,5 Miliar di Cikarang

Fasilitas produksi terpadu akan konsolidasi seluruh operasi manufaktur perusahaan

CIKARANG - PT Robert Bosch secara resmi memulai pembangunan pabrik modular terbarunya di kawasan industri Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Investasi tahap pertama mencapai 25 juta euro atau setara Rp 484,5 miliar dengan target operasional kuartal I 2027.

Presiden Bosch untuk Region Asia Pasifik Selatan, Vijay Ratnaparkhe, mengungkapkan fasilitas baru yang dibangun di lahan seluas 82.000 meter persegi ini akan menjadi konsolidasi dari seluruh aktivitas produksi perusahaan di Indonesia.

"Fasilitas manufaktur baru akan memungkinkan kami memenuhi permintaan pasar Indonesia yang terus berkembang dan mendukung kebutuhan produksi semua divisi Bosch di bawah satu atap," tegas Vijay dalam acara groundbreaking, Rabu (19/11).

"Negara terpadat keempat di dunia, basis konsumen Indonesia yang luas dan tenaga kerja yang dinamis, muda, dan paham teknologi memberikan fondasi yang kuat untuk ekspansi berkelanjutan kami."

Konsep Modular dan Strategi Local-for-Local

Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, menekankan ini merupakan fasilitas manufaktur pertama Bosch yang menerapkan konsep modular. Berbagai unit bisnis dengan proses produksi dan teknologi berbeda dapat beroperasi secara simultan dalam satu lokasi.

"Pendekatan produksi local-for-local akan membantu bisnis Bosch menjadi lebih lincah dalam merespons perubahan permintaan pelanggan serta menangkap peluang pertumbuhan," jelas Vijay menambahkan.

Dukungan untuk Program Kendaraan Rendah Emisi

Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, menyambut positif pembangunan pabrik baru ini. Diharapkan dapat mendukung program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) pemerintah Indonesia.

"Kami berharap dengan berdirinya pabrik baru PT Bosch ini perusahaan dapat berkontribusi signifikan dalam mendukung pelaksanaan program LCEV," ujar Setia dalam kesempatan yang sama.

Data Kemenperin mencatat investasi program LCEV telah mencapai Rp 22,37 triliun dari 15 perusahaan peserta program. Produksi kendaraan LCEV periode 2022-September 2025 mencapai 878 ribu unit dengan melibatkan 274 industri komponen lokal.

Penguatan Rantai Pasok dan SDM Lokal

Bosch memastikan seluruh operasional pabrik akan dikelola talenta lokal dengan komitmen pelatihan di bidang teknologi manufaktur. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan rantai pasok lebih efisien dan biaya lebih terkendali.

Fasilitas baru ini tidak hanya memproduksi komponen otomotif seperti electronic control units (ECU) dan engine cooling fans (ECF), tetapi juga produk teknologi bangunan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Editor's Note: Pembangunan pabrik modular ini menandai babak baru strategi manufaktur Bosch di Indonesia dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar