Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katedral Jakarta sore itu. Ribuan jemaat memadati bangunan bersejarah itu untuk mengikuti misa Minggu Paskah, mengakhiri rangkaian Pekan Suci dengan penuh pengharapan. Gereja tak hanya mengajak umat merayakan, tetapi juga untuk menjadi 'Manusia Paskah' dalam keseharian.
Pantauan di lokasi menunjukkan, misa yang dimulai pukul lima sore itu dibuka dengan sebuah perarakan. Imam kemudian memberkati air baptis dan memercikkan air suci kepada umat yang hadir. Lantunan kidung mengalun syahdu, diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh para jemaat.
Romo Makarius Maharsono S.J. memimpin perayaan ini. Sekitar 1.750 orang hadir, memenuhi bangku-bangku yang tersedia.
Sebelumnya, sebenarnya sudah digelar dua misa lain sepanjang hari. Pagi tadi, Misa Pontifikal dipimpin langsung oleh Kardinal Ignatius Suharyo dan dihadiri oleh sekitar 3.000 umat. Kemudian, berlangsung pula Misa Keluarga yang dipersembahkan Romo Yohanes Deodatus S.J. – misa ini ramai dihadiri anak-anak dari kelompok Bina Iman.
Juru Bicara Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, dalam keterangannya kepada wartawan, menyampaikan pesan inti dari perayaan ini.
"Tadi juga saya mengutip dari Bapak Kardinal pesan bahwa mengucapkan Selamat Paskah dan juga sekaligus juga mengajak umat untuk menjadi 'Manusia Paskah'. Manusia Paskah yang tidak hanya hari Paskah saja, namun setiap hari bisa dilaksanakan menjadi Manusia Paskah, yaitu dari kegelapan beralih menjadi terang supaya bisa menjadi terang bagi sesama," jelas Susyana.
Menurutnya, tema Paskah tahun ini cukup kuat: 'Kepedulian Kepada Keutuhan Alam Ciptaan'. Tema ini tak sekadar wacana, tetapi sebuah ajakan konkret untuk melakukan tobat ekologis.
"Dari penyebutan tadi Bapak Kardinal, bahwa bumi kita tidak baik-baik saja. Maka perlu peran aktif dari para umat untuk bisa melakukan pertobatan ekologis," imbuhnya lagi.
Pesan itu pun menggantung di udara, menyatu dengan aroma dupa dan gemanya doa. Sebuah seruan untuk menjadi terang, dimulai dari ruang sakral ini, lalu dibawa ke luar, menjawati realitas dunia yang mendesak untuk dipulihkan.
Artikel Terkait
Polrestabes Makassar Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun, Pelaku Semua Buat Keributan Saat Olah TKP
Bogor Hornbills Paksa Laga Penentuan Usai Kalahkan Kesatria Bengawan Solo di Overtime
Zelensky Minta Tambahan Rudal Patriot ke AS di Tengah Serangan Rudal Balistik Rusia yang Meningkat
Pemkot Jakarta Barat Kumpulkan 78 Ekor Hewan Kurban, Distribusikan ke Masjid dan Warga