Setiap asisten bisnis akan bertanggung jawab mendampingi sepuluh koperasi desa. Tugas mereka mencakup berbagai aspek, mulai dari penyusunan rencana bisnis, pembukuan dan administrasi, hingga memastikan kelancaran operasional koperasi di lapangan.
Anggaran Pembangunan dan Skema Pembiayaan
Di sisi pendanaan, anggaran untuk pembangunan fisik setiap unit Koperasi Desa Merah Putih diperkirakan mencapai Rp 2,5 miliar per lokasi. Anggaran ini dinilai sangat efisien karena sudah mencakup pembangunan gedung, kelengkapan sarana pendukung, hingga kendaraan operasional.
Pemerintah telah mengamankan skema pembiayaan untuk proyek strategis ini melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Plafon kredit yang disetujui mencapai Rp 3 miliar untuk setiap koperasi. Alokasi dana ini tidak hanya untuk investasi fisik, tetapi juga untuk modal kerja agar koperasi dapat segera berjalan.
Hingga saat ini, proses pembangunan telah dimulai secara signifikan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa sudah ada 7.923 unit Koperasi Desa Merah Putih yang sedang dalam tahap konstruksi. Pembangunan ini juga melibatkan kolaborasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mempercepat realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Prabowo Umumkan Swasembada Beras, Cadangan Bulog Tembus Rekor Tertinggi
BSI Raih Penghargaan Inovasi Syariah Berkat Terobosan Bank Emas
Gelombang Pasokan Minyak Timur Tengah Tumpahkan Harga ke Titik Terendah
Keluarga Prawirawidjaja Perkuat Cengkeraman di Ultra Jaya dengan Beli Saham Rp1,8 Miliar