R&I Teguh Peringkat BBB+ Indonesia: Sinyal Kuat Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global?

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 05:00 WIB
R&I Teguh Peringkat BBB+ Indonesia: Sinyal Kuat Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global?

Peringkat Kredit Indonesia BBB Dipertahankan R&I dengan Outlook Stabil

Lembaga pemeringkat kredit ternama, Rating and Investment Information, Inc. (R&I), kembali meneguhkan sovereign credit rating atau peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini, yang dikeluarkan pada 24 Oktober 2025, menandakan keyakinan kuat terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Fundamental Ekonomi Indonesia yang Kuat

Peringkat BBB ini menempatkan Indonesia dua tingkat di atas batas investment grade. R&I menilai fundamental perekonomian Indonesia tetap kokoh, didorong oleh beberapa faktor kunci:

  • Ekspansi demografi yang menguntungkan.
  • Kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
  • Pertumbuhan sektor industri pengolahan yang konsisten.

Stabilitas Makroekonomi dan Kebijakan yang Prudent

Lembaga rating tersebut juga mengapresiasi stabilitas inflasi Indonesia dan tingkat utang pemerintah yang tergolong rendah. Kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh otoritas dinilai prudent atau berhati-hati, sehingga berkontribusi pada iklim ekonomi yang sehat.

Respons dan Proyeksi Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyambut positif penegasan peringkat ini. Menurutnya, hal ini merefleksikan kepercayaan internasional yang kuat terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia di tengah gejolak global.

Perry menekankan pentingnya sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Berikut adalah proyeksi ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 menurut R&I dan BI:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Diperkirakan tumbuh sekitar 5%, sejalan dengan proyeksi BI.
  • Inflasi: Diproyeksikan tetap terkendali dalam kisaran target.
  • Defisit Transaksi Berjalan: Diperkirakan tetap rendah di level sekitar 1% dari PDB.
  • Defisit Fiskal: Pemerintah berkomitmen menjaga di bawah 3% dari PDB.

Kedepannya, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik, serta mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar