BUMI Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap III Senilai Rp780 Miliar
PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten tambang batu bara terkemuka, kembali melanjutkan program pendanaan dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap III. Penerbitan obligasi ini memiliki nilai sebesar Rp780 miliar.
Aksi korporasi BUMI ini merupakan bagian integral dari Program Penawaran Umum Berkelanjutan I perusahaan, yang memiliki target agresif untuk menghimpun dana hingga Rp5 triliun. Sebelum tahap ketiga ini, BUMI telah sukses menerbitkan obligasi pada Tahap I senilai Rp350 miliar dan Tahap II senilai Rp721,6 miliar, sehingga total dana yang telah dihimpun mencapai Rp1,74 triliun.
Alokasi Dana Obligasi BUMI Tahap III
Dana segar sebesar Rp780 miliar dari penerbitan obligasi ini akan dialokasikan untuk tiga tujuan strategis utama perusahaan:
- Rp340,9 miliar akan digunakan untuk melunasi pembayaran akuisisi saham di Jubilee Metals Ltd, sebuah perusahaan yang berlokasi di Australia Barat.
- Rp333,6 miliar dialokasikan untuk memenuhi kewajiban uang muka atas proses akuisisi PT Laman Mining yang beroperasi di Ketapang, Kalimantan Barat.
- Rp97,5 miliar akan disuntikkan sebagai modal kerja untuk anak perusahaannya, Wolfram Ltd, yang baru saja diakuisisi oleh BUMI.
Detail dan Skema Obligasi BUMI
Obligasi Berkelanjutan Tahap III BUMI menawarkan sejumlah keunggulan bagi investor. Instrumen investasi ini menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun dengan masa tenor selama lima tahun, dihitung sejak tanggal emisi.
Pembayaran kupon atau bunga akan dilakukan secara berkala setiap kuartal. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada tanggal 10 Maret 2026, sementara pembayaran bunga terakhir bersamaan dengan pelunasan pokok obligasi akan jatuh tempo pada 10 Desember 2030.
Jadwal Penting Penawaran Obligasi
Bagi investor yang berminat, masa penawaran umum obligasi ini akan dibuka selama empat hari, yaitu dari tanggal 2 hingga 5 Desember 2025. Proses penjatahan (allotment) kepada investor yang berhak akan dilaksanakan pada 10 Desember 2025. Selanjutnya, obligasi ini rencananya akan resmi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai tanggal 11 Desember 2025.
Struktur dan Penunjukan dalam Penerbitan
Untuk memastikan kelancaran penerbitan obligasi senilai Rp780 miliar ini, BUMI menunjuk sebuah sindikasi yang terdiri dari enam perusahaan sekuritas terpercaya sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi (PPEO). Keenam penjamin emisi tersebut adalah:
- Mandiri Sekuritas
- Trimegah Sekuritas
- BCA Sekuritas
- Indo Premier Sekuritas
- Sucor Sekuritas
- Korea Investment And Sekuritas Indonesia
Dalam struktur ini, BCA Sekuritas diberi peran tambahan sebagai Manajer Penjatahan. Sementara itu, peran penting sebagai Wali Amanat dipercayakan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Artikel Terkait
Bank Mandiri Catat Laba Rp18,6 Triliun di Triwulan IV-2025, Melampaui Proyeksi Pasar
Ramadan Bukan Alasan Boros, Ini 5 Tips Kelola Keuangan
TRON Diversifikasi ke Infrastruktur Kendaraan Listrik Usai RUPSLB
Saham Hillcon Anjlok 14,71%, Tertekan Sejak IPO