BEI Akhiri Suspensi Saham SOHO, Perdagangan Dialihkan ke Papan Khusus
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi telah mencabut penghentian sementara (suspensi) terhadap perdagangan saham PT Soho Global Health Tbk, yang dikenal dengan kode SOHO. Keputusan ini mengakhiri periode suspensi yang berlangsung selama dua belas hari perdagangan.
Melalui pengumuman resmi yang dikeluarkan pada Kamis, 13 November 2025, BEI menyatakan bahwa perdagangan saham SOHO akan dibuka kembali. Perdagangan akan berlangsung mulai sesi I pada hari Jumat, 14 November 2025.
Meski suspensi dicabut, status saham SOHO tidak sepenuhnya kembali normal. BEI menempatkan saham emiten di bidang kesehatan ini ke dalam Papan Pemantauan Khusus. Konsekuensinya, mekanisme perdagangan saham SOHO akan menggunakan skema full-call auction (FCA).
Latar Belakang Suspensi Saham SOHO
Tindakan penghentian sementara perdagangan saham SOHO sebelumnya diambil oleh BEI setelah mencatat adanya kenaikan harga saham yang sangat signifikan dan tajam. Tidak lama sebelum disuspensi, saham SOHO secara berturut-turut menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) selama tiga hari.
Lonjakan harga yang terjadi dalam periode singkat tersebut telah mendorong kenaikan saham SOHO hingga 94 persen, mencapai level harga Rp 2.040 per saham.
Pernyataan Resmi Perusahaan SOHO
Menanggapi volatilitas harga yang ekstrem ini, Direktur SOHO, Yuliana, memberikan penjelasan resmi. Ia menyatakan bahwa sepengetahuan perseroan, tidak terdapat fakta material yang dapat menjadi penyebab fundamental dari kenaikan tajam harga saham SOHO tersebut.
Manajemen perusahaan juga telah melakukan langkah proaktif dengan mengonfirmasi kebenaran isu yang beredar, termasuk rumor mengenai perubahan pengendali perusahaan. Konfirmasi dilakukan kepada para pemegang saham utama, yaitu Eng Liang Tan dan Medisia Investment Holdings Pte. Ltd.
“Kedua pemegang saham utama tersebut menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak memiliki rencana apa pun untuk menjual atau mengalihkan kepemilikan saham mereka di perusahaan,” jelas Yuliana.
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil