Mengapa Hidung Kita Selalu Ada di Depan Mata, Tapi Tak Pernah Terlihat?

- Kamis, 29 Januari 2026 | 11:36 WIB
Mengapa Hidung Kita Selalu Ada di Depan Mata, Tapi Tak Pernah Terlihat?

Coba tutup satu mata, lalu tatap lurus ke depan. Jangan gerakkan bola mata. Di sisi pandangan tepi, pasti muncul bayangan samar-samar. Itu adalah hidungmu sendiri.

Ia selalu ada di sana, setiap saat kita terjaga. Tapi anehnya, kita hampir tak pernah benar-benar memperhatikannya. Padahal posisinya jelas-jelas menghalang, tepat di depan mata. Kenapa ya, hidung seolah-olah menghilang dari penglihatan kita?

Michael Webster, seorang ilmuwan penglihatan dari University of Nevada, Reno, punya jawabannya.

"Sebetulnya, Anda bisa melihat hidung Anda," katanya, mengutip Live Science.

"Cuma, kita nggak sadar aja. Hampir sepanjang waktu."

Menurut Webster, alasan utamanya cukup mengejutkan. Ini berkaitan dengan cara kerja otak kita yang ternyata tidak merekam dunia secara mentah-mentah. Otak justru menciptakan sebuah model, sebuah versi realitas yang sudah diolah. Tujuannya sederhana: agar kita bisa bertahan hidup.

"Penglihatan itu pada dasarnya adalah prediksi," ujar Webster.

Kita biasanya tidak sadar akan hidung karena kita sudah tahu benda itu ada. Otak memilih untuk mengabaikannya. Bayangkan kalau kita harus terus-menerus memproses sesuatu yang statis dan tidak berubah seperti hidung. Itu hanya akan membuang-buang sumber daya mental yang berharga.

Dari kacamata evolusi, hal ini sangat masuk akal. Otak perlu fokus pada hal-hal yang lebih krusial: mendeteksi ancaman, mencari makanan, atau sekadar menavigasi lingkungan sekitar. Makanya, otak secara aktif menyaring dan menghapus informasi tentang tubuh kita sendiri. Tujuannya cuma satu: agar kita lebih peka terhadap dunia luar.

Ini bukan satu-satunya trik otak. Ambil contoh pembuluh darah di mata kita. Sel-sel penerima cahaya ternyata berada di belakang jaringan pembuluh darah itu.


Halaman:

Komentar