tulis Samsung dalam pernyataan resminya Kamis lalu.
Menariknya, perlindungannya nggak harus menyeluruh. Misalnya, buat notifikasi pop-up yang suka muncul tiba-tiba, fitur ini bisa kita aktifin. Intinya, kontrol sepenuhnya ada di tangan pengguna. Bisa dihidupin dan dimatiin kapan aja sesuai kebutuhan.
Dibalik layar, pengembangannya ternyata nggak singkat. Klaim Samsung, riset dan pengembangannya makan waktu lebih dari lima tahun! Mereka pelajari pola penggunaan ponsel, jenis informasi apa aja yang dianggap privasi sama pengguna, dan yang paling tricky: caranya menghadirkan keamanan tanpa bikin pengalaman pakainya jadi ribet. Hasilnya adalah paduan hardware dan software yang dikalibrasi sampe level piksel layar.
Ini sebenarnya jadi pelengkap aja dari sistem keamanan Galaxy yang udah ada. Selama lebih dari sepuluh tahun, Samsung Knox jadi fondasinya. Mulai dari Knox Vault di level hardware sampai Knox Matrix untuk lindungi ekosistem perangkat. Nah, fitur anti-pengintip ini kayak perluasan dari pendekatan keamanan tadi, tapi khusus buat ngurangin risiko privasi visual.
Singkatnya, Samsung pengen fitur ini jadi privasi yang keliatan langsung dan keamanan yang bisa dirasakan sehari-hari. Kapan rilis pastinya? Mereka masih tutup mulut soal tanggal. Tapi yang pasti, teknologi ini bakal hadir di lini Galaxy generasi berikutnya. Dan semua spekulasi mengarah ke Galaxy S26 Series sebagai pembawa fitur anyar ini.
Artikel Terkait
Mengapa Hidung Kita Selalu Ada di Depan Mata, Tapi Tak Pernah Terlihat?
Durov dan Musk Serang WhatsApp: Hanya Orang Bodoh yang Percaya Aman di 2026
Konservasi di Pesisir Malang: Saat Urusan Dapur Berbenturan dengan Pelestarian Alam
Fujifilm Luncurkan Instax Mini Evo Cinema, Cetak Foto dari Bingkai Video