LandSpace, startup roket asal China, dengan terang-terangan mengaku terinspirasi oleh SpaceX-nya Elon Musk. Mereka ingin meniru kesuksesan bisnis dan inovasi teknologi perusahaan antariksa swasta paling terkenal di dunia itu.
Baru-baru ini, perusahaan Beijing ini menjadi organisasi pertama di China yang menguji roket yang bisa digunakan ulang. Namanya Zhuque-3 atau ZQ-3, sebuah wahana peluncur dua tahap berukuran sedang hingga berat. Uji perdana pada 3 Desember 2025 itu, sayangnya, berakhir dengan kegagalan. Mesin pendorongnya gagal melakukan pembakaran untuk pendaratan di ketinggian 3 kilometer. Alih-alih mendarat dengan terkendali, roket itu pun jatuh menghujam tanah.
Tapi kegagalan itu rupanya tak menyurutkan ambisi mereka. Malah, tekad untuk menjadi pesaing terdekat SpaceX dalam hal roket reusable justru memberi angin segar bagi industri luar angkasa China, yang selama ini didominasi perusahaan milik negara yang cenderung bermain aman.
“SpaceX bisa mendorong produk sampai ke batasnya, bahkan sampai gagal. Mereka cepat mengidentifikasi kelemahan dan melakukan perbaikan,” ujar Dai Zheng, kepala perancang Zhuque-3, dalam wawancara dengan CCTV.
Dai mengungkapkan, keputusannya hengkang dari China Academy of Launch Vehicle Technology badan pengembang roket milik negara dan bergabung dengan LandSpace pada 2016, didorong oleh fokus SpaceX pada pengembangan roket yang dapat dipakai kembali. LandSpace ingin menawarkan solusi peluncuran berbiaya rendah untuk China, yang bakal bersaing langsung dengan Falcon 9. Padahal, China sendiri masih mengandalkan Falcon 9 untuk menerbangkan ribuan satelit dalam beberapa dekade ke depan.
Di sisi lain, budaya startup dan ‘peniruan’ terhadap SpaceX ini memicu pergeseran paradigma. Program antariksa China yang dipimpin negara selama ini sangat menghindari kegagalan. Berbeda dengan SpaceX dan perusahaan Barat lain yang justru kerap menyiarkan uji coba yang gagal secara terbuka. Menariknya, pada akhir 2025 lalu, media pemerintah China memberitakan dua kegagalan peluncuran roket reusable yang satunya dari perusahaan milik negara, hanya selang tiga minggu setelah uji coba Zhuque-3.
Artikel Terkait
China Larang Perangkat Lunak Keamanan AS dan Israel, Dukung Produk Lokal
Dari Ganti Baterai ke MacBook Pro M4 Max, Kisah Pengguna yang Dapat Laptop Baru Gratis
Deforestasi Bikin Nyamuk Alih Profesi, Manusia Jadi Target Utama
Simpanse Jenius Ai, Penghuni Laboratorium Kyoto University, Tutup Usia