Huawei akhirnya merilis MatePad 12 X 2026, Jumat lalu. Tablet ini jelas bukan perangkat biasa. Mereka mendesainnya untuk menyaingi laptop, dengan bodi yang super tipis dan ringan. Jadi, mudah banget buat dibawa ke mana-mana.
Begitu dipegang, yang langsung terasa adalah desain metal unibody-nya. Tipisnya cuma 5,9 milimeter dengan berat 555 gram. Lapisan e-coated metal finish yang premium bikin tablet ini terasa halus dan mewah di tangan, tapi sekaligus kokoh. Kesannya elegan, dan yang pasti, sangat portabel.
Nah, yang bikin menarik, Huawei melengkapinya dengan PC-Level WPS Office 3.0 dan stylus terbaru mereka, Huawei M-Pencil Pro. Untuk urusan layar, mereka pakai teknologi PaperMatte Ultra Jernih yang konon nyaman buat mata dipandang lama-lama.
Kerja Kayak di Laptop? Bisa Banget
Pengalaman pakainya memang dirancang mirip laptop. Pengguna bisa mengolah data, bikin pivot table, atau kerja dengan berbagai format file secara efisien. Fitur Multi-window View-nya memungkinkan beberapa aplikasi berjalan bersamaan. Jadi, kamu bisa ngerjain dokumen di WPS Office, sambil riset di browser, dan catat-catat di Huawei Notes semuanya dalam satu layar tanpa perlu buka-tutup window terus-terusan. Alur kerjanya jadi lebih praktis dan fleksibel.
Bonus Keyboard Cerdas
Berbeda dari kebanyakan tablet, Huawei langsung menyertakan keyboard dalam paket pembelian. Namanya Huawei Smart Magnetic Keyboard.
Keyboard ini memakai konektivitas NearLink supaya koneksinya stabil dan latency-nya rendah. Proses pairing-nya instan, memungkinkan transisi dari ide ke eksekusi jadi lebih cepat. Hasilnya, pengalaman mengetiknya responsif dan presisi.
Dengan kombinasi ini, pengguna bisa dengan mudah beralih antara mode tablet dan mode kerja layaknya laptop. Tablet ini pun jadi perangkat produktivitas yang adaptif untuk berbagai situasi.
Stylus yang Pintar: Huawei M-Pencil Pro
Untuk urusan kreatif atau kerja profesional, Huawei menyiapkan M-Pencil Pro. Stylus generasi terbaru ini punya sensitivitas tekanan hingga 16.384 level dan dibekali tujuh fitur unggulan.
Artikel Terkait
ByteDance Siapkan Rp 239 Triliun untuk Borong Chip Nvidia, Tergantung Restu AS
Mumi Beku Siberia Ungkap Daya Tahan Genetik Bangsa Yakut
2026: Titik Nadir bagi Keajaiban Bawah Laut?
Empat Pilar Kunci Telkomsel untuk Genjot Ekonomi Digital 2045