Nvidia Bongkar Vera Rubin, Chip AI yang Klaim 5 Kali Lebih Cepat di CES 2026

- Selasa, 06 Januari 2026 | 12:48 WIB
Nvidia Bongkar Vera Rubin, Chip AI yang Klaim 5 Kali Lebih Cepat di CES 2026

Di tengah gemerlap panggung CES 2026 di Las Vegas, Nvidia akhirnya membuka tirai. Mereka resmi meluncurkan platform chip AI generasi terbaru, penerus Blackwell yang sudah lebih dulu tenar. Platform baru ini diberi nama Vera Rubin, dan langsung menjadi pusat perhatian.

Jensen Huang, sang CEO, tampil penuh keyakinan. Ia mengonfirmasi bahwa chip ini tak lagi sekadar konsep. "Sudah masuk tahap produksi penuh," ujarnya. Menurut rencana, produk ini baru akan benar-benar tersedia di pasaran pada paruh kedua 2026 nanti.

Klaim yang dilontarkan Nvidia memang ambisius. Huang menyebut Vera Rubin membawa lompatan teknologi yang signifikan. Platform ini dikatakan memiliki kemampuan komputasi AI lima kali lebih cepat ketimbang generasi sebelumnya. Khususnya untuk menjalankan chatbot dan berbagai aplikasi AI lain yang kini makin kompleks.

Lalu, seperti apa wujudnya? Menurut laporan Reuters, platform Rubin ini terdiri dari enam chip terpisah. Spesifikasinya bisa dibilang "monster". Server andalannya ditenagai oleh 72 unit grafis (GPU) dan 36 prosesor pusat (CPU) anyar buatan mereka sendiri.

Huang pun memamerkan kehebatannya. Chip-chip tersebut ternyata bisa dirangkai menjadi satu kesatuan super yang disebut "pods". Bayangkan, satu rangkaian pod ini mampu menampung lebih dari 1.000 chip Rubin sekaligus. Hasilnya? Klaim efisiensi pembuatan "token" unit dasar dalam sistem AI melesat hingga 10 kali lipat.

Di sisi lain, ada fitur yang bakal disukai pengguna. Namanya "context memory storage". Teknologi ini memungkinkan chatbot AI memberikan respons yang jauh lebih responsif dan akurat, bahkan untuk percakapan yang panjang dan berbelit. Jadi, AI tak mudah lupa konteks pembicaraan.

Yang menarik, untuk mencapai performa gahar itu, Nvidia memakai cara khusus. Huang mengungkap, chip Rubin menggunakan jenis format data proprietary milik mereka sendiri.

"Inilah cara kami mampu menghadirkan lonjakan kinerja yang begitu besar, meskipun jumlah transistor kami hanya 1,6 kali lipat lebih banyak,"

Begitu penjelasan Huang di atas panggung. Pernyataan itu sekaligus menjawab kekhawatiran banyak pihak soal konsumsi daya. Seperti dilaporkan AFP, Nvidia berjanji produk Rubin akan berjalan jauh lebih efisien dibanding pendahulunya. Poin ini penting, mengingat sorotan terhadap kebutuhan energi AI yang kian panas.

Soal nama, Vera Rubin bukan sembarang pilihan. Nama itu diambil dari seorang astronom wanita asal Amerika Serikat. Ia terkenal berkat penelitiannya yang mendalam tentang materi gelap atau dark matter.

Lantas, siapa yang akan pertama kali mencicipi teknologi mutakhir ini? Nvidia menyebut CoreWeave, penyedia infrastruktur cloud untuk AI dan komputasi berkinerja tinggi, akan termasuk yang pertama. Namun begitu, raksasa teknologi lain seperti Microsoft, Oracle, Amazon, dan Alphabet (Google) juga diperkirakan tak akan ketinggalan untuk mengadopsinya. Perlombaan AI, tampaknya, akan memasuki babak baru yang lebih sengit.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar