Di era digital ini, mata kita seolah tak pernah istirahat. Layar ponsel, komputer, dan televisi membuatnya lelah, kering, dan kadang penglihatan jadi buram. Makanya, nggak heran kalau banyak orang mulai beralih ke cara-cara alami untuk menjaga kesehatan mata, tak cuma mengandalkan obat tetes atau pil. Nah, salah satu yang sedang naik daun adalah bunga telang. Bunga biru terang yang biasanya cuma jadi pewarna makanan ini, ternyata punya reputasi lain: ia disebut-sebut bisa jadi teman baik untuk mata kita.
Bukan Sekadar Bunga Biru Biasa
Bunga telang, atau Clitoria ternatea, itu tanaman merambat yang mudah banget ditemui di daerah tropis seperti Indonesia. Warnanya biru keunguan yang mencolok, bentuknya unik, dan sering menghiasi pagar atau pekarangan rumah. Kalau soal masak-memasak, kita pasti udah familiar lihatnya jadi pewarna alami untuk nasi atau minuman, memberikan warna biru alami tanpa bahan kimia.
Tapi sejarahnya lebih dari sekadar penghias makanan. Dalam pengobatan tradisional Asia, bunga ini sudah dipakai sejak lama. Ia dipercaya punya efek menenangkan dan menyegarkan tubuh. Kini, seiring tren hidup kembali ke alam, bunga telang kembali dilirik. Tak cuma cantik dipandang, ia juga punya segudang khasiat yang menjanjikan.
Apa Sih yang Ada di Dalamnya?
Manfaat bunga telang tentu berasal dari kandungan senyawa aktif di dalamnya. Yang utama adalah antosianin, pigmen pemberi warna biru itu, yang dikenal sebagai antioksidan kuat. Senyawa ini membantu melawan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh, termasuk sel-sel di mata kita.
Lalu ada flavonoid, yang punya sifat antiradang dan juga antioksidan. Kandungan ini berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah kecil di mata, sehingga aliran darah dan nutrisi ke jaringan mata tetap lancar. Tak ketinggalan, senyawa fenolik juga ada di sana, berperan melawan stres oksidatif dan memperlambat proses penuaan sel, khususnya pada lensa dan retina.
Terakhir, ada saponin dan tanin. Keduanya dikenal punya sifat antiradang dan antimikroba, yang membantu menjaga keseimbangan dan melindungi jaringan dari peradangan ringan.
Benarkah Baik untuk Mata? Ini Kata Penelitian
Potensinya nggak cuma omong kosong belaka. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Jurnal Jamu Indonesia (2017) memberikan titik terang. Studi yang dilakukan oleh Eny Kusrini, Dewi Tristantini, dan Ni’matul Izza dari Universitas Universitas Indonesia itu menyelidiki potensi ekstrak bunga telang sebagai agen anti-katarak.
Hasilnya cukup menarik. Ekstrak bunga telang ternyata mampu melarutkan kalsium dan natrium, yang merupakan unsur penyusun katarak. Konsentrasi optimalnya ada di angka 5%, namun bahkan pada konsentrasi 2,5% saja, efektivitasnya sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan air sebagai kontrol.
Memang, penelitian ini masih bersifat uji laboratorium dan perlu kajian lebih lanjut. Namun, temuan ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas antioksidan dalam bunga telang bisa memberikan dukungan nyata bagi kesehatan mata kita.
Coba Deh, Bikin Teh Bunga Telang Sendiri
Mau coba merasakan manfaatnya? Cara paling simpel ya dengan mengolahnya jadi minuman herbal yang menenangkan. Berikut resep sederhananya.
Bahan-bahan:
- 10–12 kuntum bunga telang segar (atau 2–3 sendok makan yang sudah dikeringkan)
- 1 ruas jahe, memarkan
- 1 batang serai, geprek
- 2 lembar daun pandan
- 500 ml air
- Madu atau gula aren secukupnya (kalau suka manis)
Cara membuatnya:
- Didihkan air bersama jahe, serai, dan daun pandan. Biarkan sampai aromanya keluar.
- Masukkan bunga telang. Rebus lagi sekitar 3–5 menit sampai air berubah jadi biru pekat yang cantik.
- Angkat, lalu saring. Tambahkan pemanis sesuai selera.
- Bisa dinikmati hangat atau dingin. Untuk sentuhan ekstra, coba beri sedikit perasan jeruk nipis warnanya bakal berubah jadi ungu kemerahan yang memukau. Minuman ini nggak cuma menyegarkan, tapi juga memadukan kebaikan rempah-rempah yang sudah dikenal luas.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026 Berkat Aplikasi My Pertamina
AS Investigasi 120 Laboratorium Biologi AS di Luar Negeri untuk Hentikan Risiko Patogen Berbahaya
Google Sediakan Fitur Bawaan Lacak, Kunci, hingga Hapus Data Ponsel Android yang Hilang
WhatsApp Bisa Diakses Tanpa Scan Kode QR, Pakar Ingatkan Risiko Penyadapan dan Pelanggaran Privasi