“Kerangka menunjukkan apa yang bisa dilakukan hewan; jejak menunjukkan apa yang sebenarnya mereka lakukan, momen demi momen,” jelasnya.
Dan di situs ini, ceritanya sangat hidup. Para peneliti menemukan beragam aktivitas yang terekam dengan detail mengagumkan. Ada lebih dari 1.300 jejak yang diduga kuat adalah bekas berenang di perairan dangkal hanya ujung jari yang menyentuh lumpur karena tubuhnya terangkat air. Lalu, ada pula jalur dengan bekas seretan ekor, petunjuk langka tentang postur tubuh mereka. Bahkan dari jarak antar langkah, bisa terlihat mana dinosaurus yang sedang jalan santai dan mana yang sedang terburu-buru, mungkin berlari.
Tak hanya dinosaurus, jejak burung purba juga ikut terekam, melengkapi gambaran ekosistem garis pantai pada masa itu.
Sebuah Jendela ke Masa Lalu
Dengan 16.600 jejaknya, Carreras Pampa resmi menggeser rekor situs Cal Orck’o di Sucre, Bolivia, yang sebelumnya memegang gelar dengan sekitar 14.000 jejak. Ukuran dinosaurus yang melintas pun beragam, mulai dari yang setinggi pinggul manusia dewasa hingga yang jauh lebih besar.
Pada akhirnya, penemuan ini adalah sebuah mesin waktu. Ia memberikan koneksi emosional dan ilmiah langsung ke sebuah momen di masa lalu yang sangat jauh.
“Saat Anda mengunjungi Carreras Pampas, Anda tahu Anda sedang berdiri tepat di mana seekor dinosaurus pernah berjalan,” pungkas Dr. McLarty.
Dan kini, berkat kerja keras para ilmuwan, kita semua bisa membayangkan adegan sibuk di 'jalan tol' prasejarah itu, di mana tanah berlumpur menyimpan kisah mereka untuk dibaca jutaan tahun kemudian.
Artikel Terkait
Rahasia di Balik Pose Satu Kaki Flamingo: Bukan Gaya, Tapi Strategi Bertahan Hidup
Matahari, Sang Sutradara di Balik Panggung Cuaca
Sisa Kuota Simpati Tak Lagi Hangus, Bisa Ditabung untuk Bulan Depan
Bulan di Ambang Ledakan: Antara Risiko Bencana dan Anugerah Ilmiah