Rencana Apple untuk meluncurkan iPhone Air pada 2026 tampaknya sedang dipertimbangkan ulang. Pasalnya, sejak dirilis September lalu, respons pasar terhadap model terbaru ini ternyata kurang menggembirakan. Penjualannya tak sesuai harapan.
Kondisi ini rupanya berdampak langsung pada para pemasok utama Apple. Dua raksasa manufaktur, Foxconn dan Luxshare, disebut-sebut telah mengambil langkah untuk memangkas produksi iPhone Air.
Di sisi lain, menciptakan iPhone yang ringan, kuat, dan super tipis dengan ketebalan hanya 5,6 mm memang bukan perkara mudah. Desain yang ramping ini mengharuskan pengorbanan di beberapa aspek. Kapasitas baterainya lebih kecil, dan kamera belakangnya hanya mengusung satu lensa. Yang jadi masalah, meski fiturnya lebih sederhana, harganya masih terasa berat di kantong.
Harga awal iPhone Air ditetapkan di angka 999 dolar AS.
Bagi banyak calon pembeli, angka itu masih terbilang tinggi. Menurut laporan MacRumors, hal ini menjadi salah satu titik kritisnya.
Artikel Terkait
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa
Iran Buka Front Siber, Serangan Psikologis dan Spyware Gantikan Rudal
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI