Indra Sjafri menekankan perbedaan mendasar antara performa dan potensi. Kriteria utama yang digunakan adalah performa pemain saat ini, yaitu kualitas yang langsung dapat diandalkan untuk pertandingan.
"Kami memilih pemain berdasarkan performa, bukan potensialnya. Performance adalah kualitas yang kita butuhkan saat ini. Kalau potensial butuh waktu untuk dikembangkan, padahal kami hanya punya waktu 2 atau 3 minggu," jelas Indra Sjafri.
Tidak Ada Keistimewaan untuk Pemain Manapun
Dalam proses pembinaan tim, Indra Sjafri berkomitmen untuk memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh pemain. Latar belakang pemain, baik yang berkarier di luar negeri (abroad), telah bermain di Timnas Senior, maupun pemain lokal, tidak akan mempengaruhi penilaian.
"Perlakuan saya sebagai pelatih kepada mereka sama, tidak ada perbedaan. Semua pemain sama pentingnya. Kami berharap pemain yang sudah berpengalaman di tingkat senior dapat menjadi pilar penting dalam membangun tim ini," tutup Indra Sjafri.
Dengan pendekatan yang objektif dan berbasis data ini, Timnas Indonesia U-22 berharap dapat membentuk tim yang solid dan kompetitif untuk meraih sukses di SEA Games 2025.
Artikel Terkait
Aturan WFH ASN Berlaku, Kantor Imigrasi Tetap Buka Penuh
Survei BI: Keyakinan Konsumen Masih Optimis Meski IKK Maret 2026 Turun Tipis
SpaceX Catat Kerugian Rp85 Triliun di Tengah Persiapan IPO
Pemprov Kalteng Terapkan Sistem Kerja Fleksibel 4 Hari Kantor, 1 Hari WFH bagi ASN