Israel Terima Jenazah 2 Sandera Gaza dari Hamas via Palang Merah

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 03:40 WIB
Israel Terima Jenazah 2 Sandera Gaza dari Hamas via Palang Merah

Israel Terima Jenazah Dua Sandera Gaza dari Hamas Melalui Palang Merah

Pasukan keamanan Israel di Jalur Gaza telah menerima jenazah dua sandera yang dikembalikan oleh Hamas melalui Palang Merah. Pengembalian jenazah ini merupakan bagian dari implementasi kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Proses Pengembalian Jenazah Sandera

Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, sebelumnya mengumumkan rencana pengembalian dua jenazah pada Kamis sore waktu setempat. Dengan penyerahan terbaru ini, total jenazah sandera yang telah dikembalikan mencapai 17 dari 28 orang.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi: "Israel telah menerima, melalui Palang Merah, jenazah dua sandera yang diserahkan kepada pasukan IDF dan Shin Bet di Jalur Gaza." Jenazah tersebut kemudian dibawa ke pusat medis forensik untuk proses identifikasi resmi.

Eskalasi dan Gencatan Senjata

Israel sebelumnya melancarkan serangan di Gaza sepanjang malam dari Selasa hingga Rabu sebagai balasan atas tewasnya seorang tentara Israel di wilayah Palestina selatan. Menurut badan pertahanan sipil Gaza, serangan tersebut mengakibatkan lebih dari 100 korban jiwa, termasuk puluhan anak-anak.

Pada Rabu pagi, Israel mengumumkan dimulainya "penegakan kembali gencatan senjata". Baik Presiden AS Donald Trump maupun mediator Qatar menyatakan harapan agar gencatan senjata tetap dipertahankan.

Komitmen Hamas dan Kendala Teknis

Hamas menegaskan bahwa para pejuangnya "tidak terkait dengan insiden penembakan di Rafah" dan kembali menyatakan komitmen terhadap gencatan senjata. Kelompok tersebut sempat menunda penyerahan jenazah sandera dengan alasan bahwa "eskalasi apa pun akan menghambat pencarian dan penggalian jenazah".

Sejak gencatan senjata dimulai, Hamas telah mengembalikan 20 sandera yang masih hidup dan memulai proses pengembalian 28 jenazah sandera yang telah meninggal. Israel menuduh Hamas mengingkari kesepakatan, sementara kelompok militan Palestina itu berargumen bahwa mereka membutuhkan waktu untuk menemukan sisa-sisa jenazah yang terkubur di reruntuhan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar