RDMP Balikpapan: Proyek Kilang Terbesar Indonesia Capai Tahapan Penting
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur telah mencapai sejumlah pencapaian kunci dalam pengembangannya. Salah satu keberhasilan utama adalah penyelesaian uji coba yang berhasil untuk meningkatkan kapasitas unit penyulingan.
Pencapaian ini secara signifikan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah Kilang Balikpapan, yang sebelumnya sebesar 260 ribu barel per hari, menjadi 360 ribu barel per hari.
Infrastruktur Pendukung yang Telah Dioperasikan
Beberapa infrastruktur pendukung penting juga telah diresmikan. Ini termasuk commissioning fasilitas tambat Single Point Mooring (SPM) yang mampu menampung kapal tanker raksasa (VLCC) hingga 320.000 DWT. Selain itu, dua unit tangki penyimpanan minyak mentah baru dengan kapasitas masing-masing satu juta barel di area Lawe-lawe telah selesai dibangun.
Di sektor produksi, unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi saat ini sebesar 43 ribu ton per tahun telah berhasil dioperasikan.
Pengoperasian Awal Unit RFCC Complex yang Strategis
Momen penting lainnya adalah pengoperasian awal Unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex. Unit RFCC digambarkan sebagai jantung dari proses modernisasi Kilang Balikpapan. Peran utamanya adalah memproduksi bahan bakar dengan standar kualitas setara Euro V, sekaligus meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi kilang.
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal