Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pemprov DKI Evaluasi Standar Keamanan Sekolah

- Senin, 10 November 2025 | 07:40 WIB
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pemprov DKI Evaluasi Standar Keamanan Sekolah

Pemprov DKI Evaluasi Standar Keamanan Sekolah Pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan sekolah menyusul insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Langkah ini diumumkan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bentuk respons cepat atas kejadian tersebut.

Komitmen Pemprov DKI untuk Keselamatan Sekolah

Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan bahwa keselamatan siswa dan tenaga pendidikan menjadi prioritas utama. "Pemprov DKI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan di lingkungan sekolah dan memperkuat prosedur keselamatan di sekolah-sekolah," ujarnya.

Rano juga menyampaikan dukungan penuh bagi para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta. Seluruh biaya pelayanan medis untuk korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dukungan untuk Korban dan Keluarga

Kepada para siswa yang menjadi korban, Rano menyampaikan pesan motivasi: "Kepada para siswa yang menjadi korban, tetap bersemangat. Kami semua mendoakan kesembuhan dan akan mendampingi hingga proses pemulihan tuntas."

Pemprov DKI juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan transparan dan cepat kepada keluarga korban. Rano menambahkan, "Kepada orang tua dan keluarga, kami memahami kekhawatiran yang dirasakan dan kami berkomitmen untuk memastikan setiap langkah penanganan berjalan transparan dan cepat."

Profil Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72

Berdasarkan informasi yang berkembang, terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta adalah salah satu siswa kelas 12. Remaja ini diketahui tinggal bersama ayahnya di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, di rumah majikan tempat ayahnya bekerja.

Menurut keterangan Ketua RT setempat, Danny Rumonfor, terduga pelaku dikenal sebagai pribadi yang tertutup, tidak banyak bergaul, dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Rekaman CCTV kompleks menunjukkan bahwa pada hari kejadian, remaja tersebut berangkat ke sekolah dengan dibonceng oleh sang ayah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar