Fasilitas PLTS ini akan berfungsi sebagai sarana pembelajaran terpadu yang mendukung implementasi energi terbarukan dalam bidang otomotif, khususnya pada sistem pengisian daya dan integrasi mobil listrik berbasis tenaga surya. Sarana praktik tersebut akan dimanfaatkan untuk pembelajaran dan pelatihan bagi pegawai serta guru vokasi melalui program Teknologi Energi Terbarukan (TET).
Melalui fasilitas ini, siswa dan tenaga pendidik dapat mempelajari secara langsung konversi energi surya menjadi listrik, proses pengisian daya mobil listrik, hingga sinkronisasi sistem energi terbarukan dengan kendaraan listrik modern. Harapannya, guru dan tenaga kependidikan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan green economy di sektor pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mendukung inisiatif BBPPMPV BMTI ini dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan vokasi di seluruh Indonesia. "Transformasi pendidikan vokasi harus sejalan dengan kebutuhan industri masa depan dan keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia siap menjadi pionir dalam teknologi energi terbarukan," kata Mu'ti.
Artikel Terkait
ASN Tangerang Selatan Laporkan Atasan ke Polisi Diduga Aniaya Terkait Utang
Pemerintah Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka Penuh Meski Ada Kebijakan Penghematan Energi
Herdman Soroti Minim Kreativitas, Nantikan Miliano dan Marselino
Puspom TNI Ajukan Permintaan Resmi untuk Periksa Andrie Yunus di Bawah LPSK