Kapolda Riau Perkuat Green Policing dengan Patroli di Taman Wisata Alam Buluh Cina
Komitmen Polda Riau dalam penegakan hukum berbasis lingkungan atau green policing kembali ditegaskan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Hal ini diwujudkan melalui patroli pengamanan kawasan konservasi dan hutan di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Kabupaten Kampar.
Dalam kunjungannya, Kapolda meninjau secara langsung aktivitas pelestarian satwa dilindungi, termasuk populasi gajah Sumatera yang dibina di lokasi tersebut. Irjen Herry juga berinteraksi dengan seekor anak gajah berusia satu tahun bernama Dona.
Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kehutanan
Kapolda Riau menyatakan bahwa patroli ini merupakan bagian dari koordinasi dan penguatan sinergitas penegakan hukum di bidang kehutanan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan instansi terkait lainnya.
"Polda Riau akan terus memperkuat upaya penindakan terhadap perambahan hutan, perburuan satwa, dan berbagai praktik ilegal di kawasan konservasi," tegas Irjen Herry. Patroli ini menandakan keseriusan dalam memberantas aktivitas ilegal di kawasan hutan.
TWA Buluh Cina: Destinasi Wisata Alam dan Edukasi Unggulan Riau
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa kunjungan Kapolda bertepatan dengan patroli rutin pengamanan hutan. Beliau menyampaikan bahwa Kapolda sangat senang melihat kondisi gajah di TWA Buluh Cina.
BBKSDA Riau memiliki target untuk menjadikan TWA Buluh Cina sebagai destinasi wisata alam unggulan di Provinsi Riau. Konsep yang dikembangkan tidak hanya sekadar wisata biasa, melainkan wisata edukasi konservasi gajah.
Selain itu, kawasan ini juga akan mengembangkan wahana wisata unik berupa aktivitas tree hugging atau peluk pohon. Aktivitas ini digadang-gadang sebagai terapi relaksasi dan penyembuhan mental melalui sentuhan langsung dengan pohon-pohon besar berusia puluhan tahun.
Patroli Krusial untuk Menjaga Kelestarian Kawasan
Supartono menekankan pentingnya patroli gabungan bersama kepolisian. Hal ini disebabkan karena kawasan konservasi masih menghadapi ancaman nyata dari perambahan hutan dan aktivitas ilegal.
Patroli berkala dinilai sangat krusial untuk menjaga kelestarian satwa liar, termasuk gajah Sumatera yang populasinya terancam akibat konflik lahan dan perburuan. TWA Buluh Cina sendiri berfungsi sebagai kawasan eko-eduwisata dan pusat konservasi untuk penelitian, edukasi satwa, serta kampanye perlindungan gajah.
Artikel Terkait
BNI Gelar Forum Pasar Modal 2026, Fokus pada Keamanan Siber dan Kolaborasi
Anggota DPR Soroti Penonaktifan 11 Juta Peserta BPJS PBI Berpotensi Langgar HAM
Pemerintah Siapkan Ekspor Beras Premium untuk Jamaah Haji 2026
Pemerintah Rancang Perpres untuk Hapus Tunggakan BPJS Peserta Mandiri Kelas 3