Industri Anime Jepang Cetak Rekor Pendapatan Rp414 Triliun di 2024
Industri anime Jepang mencapai rekor pendapatan tertinggi sebesar 3,84 triliun yen atau setara Rp414 triliun pada tahun 2024. Data terbaru dari Asosiasi Animasi Jepang (AJA) menunjukkan pertumbuhan signifikan yang dipimpin oleh pasar internasional.
Pendapatan Luar Negeri Melonjak 26 Persen
Pendapatan dari luar negeri mengalami kenaikan dramatis sebesar 26% year-on-year menjadi 2,17 triliun yen. Sementara itu, pendapatan domestik tumbuh 2,8% menjadi 1,67 triliun yen. Pasar internasional kini berkontribusi lebih besar dibandingkan pasar lokal.
Dominasi Pasar Global Anime
Menurut peneliti AJA Masahiko Hasegawa, "Pasar luar negeri kini jauh melampaui pendapatan lokal, dan selisihnya akan semakin melebar." Tren ini dimulai sejak 2023 ketika pendapatan anime luar negeri pertama kali melampaui pendapatan domestik.
Ekspansi Global melalui Event dan Acara
Asosiasi Acara Otaku Internasional mencatat 136 acara anime tersebar di 51 negara dan wilayah. Ekspansi global ini memperkuat momentum industri anime di kancah internasional.
Dukungan Pemerintah dan Masa Depan Industri Anime
Pemerintah Jepang menetapkan anime dan media terkait sebagai industri strategis utama. AJA memproyeksikan pertumbuhan masa depan tidak hanya dari distribusi konten, tetapi juga dari ekspor ekosistem anime lengkap termasuk merchandise, kampanye ritel, dan kolaborasi lintas media.
Hasegawa menegaskan, "Anime bukan lagi sekadar cerita. Anime adalah industri budaya yang lengkap dan industri ini dengan cepat mendunia."
Artikel Terkait
Ibu Hamil Diminta Waspadai Skincare Abal-Abal yang Berisiko Cacat Janin
BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun, Setara Rp32,81 per Saham
Harga BBM Global Melonjak Akibat Ketegangan AS-Iran, Hong Kong Catatkan Harga Termahal Rp72.253 per Liter
Beckham Putra Percaya Diri Hadapi Persija, Kemenangan atas PSIM Jadi Modal Berharga Persib