Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Pemerintah Daerah Bali secara aktif memantau progres pembangunan lift di Nusa Penida. Pengawasan ketat ini bertujuan memastikan seluruh tahapan pembangunan sesuai regulasi sekaligus menjaga prinsip keberlanjutan lingkungan di kawasan strategis tersebut.
Hariyanto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, menegaskan bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci utama dalam proses pengawasan. "Kemenpar akan mengawal pembangunan lift Nusa Penida bersama Dinas Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, dan seluruh stakeholder terkait. Komitmen kami mencakup dua aspek utama: kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan ekosistem lingkungan," jelasnya mengutip Antara.
Proses monitoring telah dimulai sejak fase perencanaan pada 2023 dengan cakupan yang komprehensif. Hariyanto menambahkan, "Pengawasan kami lakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kebersihan, dan dampak lingkungan dari pembangunan lift di Nusa Penida."
Di sisi lain, lift ini diproyeksikan menjadi daya tarik wisata baru yang potensial. Catatan Kemenpar menunjukkan optimismenya dalam meningkatkan angka kunjungan dan durasi tinggal wisatawan di Nusa Penida.
"Prinsip utama kami adalah menyeimbangkan antara pengembangan destinasi dan pelestarian alam. Setiap inovasi harus selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan keaslian daya tarik wisata," tegas Hariyanto.
Kemenpar pun mendorong penerapan konstruksi hijau dalam pembangunan lift Nusa Penida. Rekomendasi mencakup pemanfaatan teknologi energi terbarukan untuk mengurangi jejak karbon dan dampak pemanasan global.
Partisipasi masyarakat lokal juga menjadi perhatian khusus. "Kami mendorong keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan operasional lift. Hal ini penting untuk pemerataan manfaat ekonomi dan pelestarian kearifan lokal Nusa Penida," papar Hariyanto.
Data terbaru membuktikan bahwa pembangunan lift justru berdampak positif pada kunjungan wisata. Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, terjadi lonjakan signifikan dari 714.335 wisatawan (2023) menjadi 1.108.791 kunjungan pada tahun 2024. Angka ini mengkonfirmasi bahwa pembangunan infrastruktur yang bertanggung jawab dapat menjadi katalis pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di Nusa Penida.
Artikel Terkait
Longsor dan Angin Kencang di Wonosobo Tewaskan Satu Warga
Pemerintah Tanggapi Outlook Negatif Moodys dengan Soroti Ketahanan Fiskal
Kementerian Pertanian Targetkan Distribusi 4 Juta Dosis Vaksin PMK hingga 2026, Jawa Barat Jadi Prioritas
BCA Digital Catat Laba Bersih Melonjak 98% pada 2025