MURIANETWORK.COM - PSM Makassar akhirnya mengakhiri tren negatif dengan meraih kemenangan perdana mereka di putaran kedua Liga 1 Indonesia. Bermain di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (15 Februari 2025), Pasukan Ramang menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-1. Kemenangan ini menjadi penawar setelah tujuh laga beruntun tanpa kemenangan, lima di antaranya berakhir kekalahan, yang sempat membayangi performa tim asuhan Bernardo Tavares ini.
Gol kemenangan PSM dicetak oleh Rizky Eka Pratama menjelang turun minum dan diperkuat oleh Gledson Paixao di babak kedua. Meski sempat dikejar lawan, tim berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir. Hasil ini menjadi angin segar bagi perjalanan kompetisi PSM yang sebelumnya dipenuhi tekanan.
Momen Penting dan Perubahan Psikologi
Pertandingan berjalan alot di awal babak pertama. PSM tampak berhati-hati, seakan masih membawa beban hasil buruk sebelumnya. Namun, situasi berubah total jelang jeda. Pada menit ke-43, Rizky Eka Pratama berhasil memecah kebuntuan. Gol itu tidak sekadar memberi keunggulan angka, tetapi juga mengubah dinamika permainan. Tim yang semula ragu, mulai bermain lebih percaya diri.
Memasuki babak kedua, momentum positif itu berlanjut. Gledson Paixao menggandakan keunggulan PSM pada menit ke-54. Gol kedua ini memperlihatkan pendekatan yang lebih pragmatis dari PSM. Alih-alih memaksakan permainan dominan, mereka memilih efisiensi dan ketajaman dalam transisi serangan.
Tekanan sempat kembali datang ketika PSBS Biak membalas melalui Ruyery pada menit ke-80. Sepuluh menit terakhir pertandingan berlangsung menegangkan, mengingatkan pada kegagalan-kegagalan sebelumnya. Namun, kali ini pertahanan PSM tampak lebih solid dan kompak, berhasil menahan gempuran lawan untuk membawa pulang tiga poin penuh.
Proyeksi Pelatih yang Terbukti
Kemenangan ini seakan membuktikan proyeksi yang telah disampaikan pelatih Bernardo Tavares sebelum laga. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, ia telah menegaskan tekad timnya untuk bangkit dari keterpurukan.
“Kami respek terhadap PSBS Biak. Kami akan mencoba berjuang meraih poin penuh di luar kandang. Saya minta semua pemain untuk bekerja keras dan fokus sepanjang pertandingan,” tutur Tavares.
Pernyataannya bukan sekadar formalitas. PSM datang ke Sleman dengan kondisi skuad yang tidak lengkap. Dua pilar penting, Ananda Raehan dan Savio Roberto, harus absen. Ananda terkena sanksi kartu merah, sementara Savio masih dalam proses pemulihan cedera.
Ujian Kedalaman Skuad dan Peran Pemain Baru
Ketidakhadiran dua pemain kunci itu memaksa Tavares untuk meracik ulang komposisi tim. Situasi ini justru menjadi momen untuk menguji kedalaman skuad dan kontribusi pemain-pemain baru yang direkrut di putaran kedua. Tiga nama baru Dusan Lagator, Luka Cumic, dan Sheriddin Boboev mulai diintegrasikan.
Meski belum tampil dominan, kehadiran mereka memberikan warna berbeda. Lagator membawa ketenangan di lini belakang, Cumic menawarkan kreativitas dari sisi lapangan, sementara Boboev memberikan energi dan tekanan terhadap pertahanan lawan. Adaptasi ini tampak mulai membuahkan hasil.
Pelatih Tavares mengakui proses integrasi yang masih berjalan, namun optimistis dengan kontribusi para pemainnya. “Sampai saat ini skuat kami belum full. Namun ada beberapa pemain sudah siap dimainkan yang sebelumnya mereka tidak bisa kami mainkan. Saya percaya dan berharap mereka bisa memberikan performa terbaik,” jelasnya.
Fondasi untuk Melangkah ke Depan
Secara realistis, satu kemenangan ini belum serta-merta menyelesaikan semua tantangan yang dihadapi PSM. Konsistensi dan stabilitas performa tetap menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan sepanjang sisa kompetisi.
Namun, dari sisi psikologis, tiga poin ini nilainya sangat besar. Kemenangan ini berhasil memutus rantai hasil buruk, meredam berbagai spekulasi yang beredar, dan yang terpenting, mengembalikan kepercayaan diri di dalam ruang ganti. Bagi para pendukung setia di Makassar, hasil ini adalah sinyal bahwa semangat Pasukan Ramang belum padam.
Perjalanan di putaran kedua masih sangat panjang. Akan ada ujian yang lebih berat di depan. Tetapi, dengan menunjukkan daya juang dan kemampuan beradaptasi seperti di Sleman, PSM Makassar setidaknya telah meletakkan fondasi pertama untuk bangkit. Dalam sepak bola, sebuah momentum kecil seperti ini seringkali bisa menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Rekrut Fridolin Yoku untuk Perkuat Lini Tengah di Liga 2
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala Asia Usai Ditaklukkan Iran Lewat Drama Adu Penalti
Turnamen Faldo Series Indonesia 2026 Tuntas, Empat Juara Lolos ke Final Asia
Liverpool Terima Pukulan: Jeremy Jacquet Cedera Bahu Sebelum Bergabung