Ia menjelaskan, "Problemnya apa? Kita terus ribut membayar utang karena utangnya sangat besar, jangan dibilang restrukturisasi 60 tahun, itu 60 tahun cuma pokoknya saja, belum bunganya. Bunga 2 persen per tahun itu hampir sama dengan artinya Rp2 triliun per tahun jadi bisa Rp4 triliun setahun sama pokoknya."
Pemerintah Cari Solusi Pembayaran Utang Whoosh
Sebagai respons terhadap masalah ini, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus kepada jajaran menteri terkait untuk membahas solusi pembayaran utang Whoosh. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan CEO Danantara Rosan Roeslani ditugaskan untuk menangani masalah ini.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi perkembangan terbaru ini. "Ya, kemarin dibahas. Kemudian Pak Airlangga, Menteri Ekon, Menteri Keuangan, kemudian CEO Danantara, diminta untuk, sebagaimana tadi yang saya sampaikan, menghitung lagi detailnya, kemudian opsi-opsi untuk meminta, misalnya perpanjangan masa pinjaman, itu bagian nanti dari skenario-skenario skema yang terbaik," jelas Prasetyo Hadi di Antara Heritage Center, Jakarta.
Pembahasan utang Whoosh dan upaya restrukturisasi pinjaman menjadi perhatian utama pemerintah baru dalam mengelola beban keuangan negara dari proyek infrastruktur strategis ini.
Artikel Terkait
Nvidia Kembali Produksi Chip H200 untuk Pasar China Setelah Dapat Izin Ekspor AS
Lalu Lintas Tol Cipali Melonjak 97% Usai Penerapan Sistem Satu Arah
Bank Raya Siapkan Layanan 24 Jam dan Tarik Tunai Tanpa Kartu untuk Libur Panjang 2026
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Tewas dan 33 Luka-luka