Jokowi Buka Suara Soal Whoosh: Bukan untuk Cari Laba, Tapi untuk...

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:55 WIB
Jokowi Buka Suara Soal Whoosh: Bukan untuk Cari Laba, Tapi untuk...

Jokowi Tegaskan Whoosh Bukan untuk Cari Laba, Ini Tanggapan Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan bahwa transportasi massal seperti kereta cepat Whoosh dibangun bukan untuk mencari keuntungan finansial. Purbaya menyetujui bahwa Whoosh memiliki tujuan lebih luas sebagai investasi sosial dan pengembangan regional.

"Ada betulnya juga sedikit, karena Whoosh sebetulnya ada misi regional development juga," ujar Purbaya usai menghadiri Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Pentingnya Pengembangan Kawasan Sekitar Whoosh

Purbaya menekankan perlunya pengembangan lebih lanjut di sekitar jalur Whoosh untuk memaksimalkan dampak ekonominya. Menurutnya, pengembangan kawasan di setiap pemberhentian kereta cepat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

"Tapi yang regionalnya belum dikembangkan mungkin, di mana ada pemberhentian di sekitar jalur Whoosh, supaya ekonomi sekitar itu tumbuh. Itu harus dikembangkan ke depan," jelas Purbaya.

Jokowi: Whoosh Solusi Atasi Kerugian Akibat Kemacetan

Sebelumnya, Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan Whoosh merupakan solusi krusial untuk mengatasi masalah kerugian ekonomi akibat kemacetan parah di kawasan megapolitan. Presiden menegaskan prinsip dasar infrastruktur transportasi massal adalah layanan publik, bukan mencari laba.

"Kita harus tahu masalahnya dulu, di Jakarta itu kemacetannya sudah parah. Sejak 30 tahun yang lalu, dan Jabodetabek kemacetannya parah. Termasuk Bandung kemacetannya juga parah," kata Jokowi.

Jokowi memaparkan data kerugian ekonomi yang signifikan akibat kemacetan. Di Jakarta saja kerugian mencapai Rp65 triliun per tahun, sementara untuk kawasan Jabodetabek plus Bandung kerugiannya telah melampaui Rp100 triliun per tahun.

"Prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti, bukan mencari laba," tegas Jokowi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar