Amazon PHK 30.000 Karyawan Besok, Imbas Efisiensi AI
Amazon dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap 30.000 karyawan mulai Rabu, 29 Oktober 2025. Gelombang PHK Amazon ini mencakup hampir 10% dari total tenaga kerja perusahaan.
Penyebab utama PHK massal Amazon ini adalah program efisiensi dan kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kemajuan AI telah memicu kekhawatiran terhadap pekerja kerah putih, sementara pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
CEO Amazon Andy Jassy sebelumnya telah mengisyaratkan rencana ini melalui postingan blog internal pada Juni lalu. Jassy menyatakan bahwa peningkatan efisiensi dari AI pada akhirnya akan mengurangi ketergantungan perusahaan pada tenaga kerja manusia.
Ini bukan pertama kalinya Amazon melakukan PHK besar-besaran. Pada tahun 2023, perusahaan teknologi raksasa ini telah memangkas 27.000 pekerja di berbagai divisi termasuk Sumber Daya Manusia, Amazon Stores, dan Amazon Web Services.
Gelombang PHK terbaru ini terjadi di tengah melemahnya pasar kerja AS, khususnya bagi pekerja teknologi muda. Kekhawatiran semakin meningkat bahwa AI generatif dapat menggantikan banyak posisi manusia seiring perusahaan beralih ke otomatisasi untuk efisiensi biaya.
Meskipun demikian, para ahli AI mencatat bahwa banyak kekhawatiran tentang penggantian pekerja manusia oleh AI belum didukung penelitian yang substansial. Amazon tercatat memiliki lebih dari 350.000 karyawan perusahaan berdasarkan data survei 2024.
Artikel Terkait
Dua Bocah di Batang Rusak Fasilitas SD, Polisi: Usianya di Bawah 12 Tahun Tak Bisa Diproses Hukum
Kenaikan BI Rate ke 5,75 Persen Mulai Tekan Daya Beli Properti Menengah
Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah, Selat Hormuz Kembali Ditutup
Marco Bezzecchi Didiskualifikasi dari MotoGP Ceko 2026 Usai Dorong dan Pukul Marshal