Zwiers menambahkan bahwa proses rekrutmen ini difokuskan untuk mencapai visi dan target jangka panjang Timnas Indonesia pada tahun 2030, tanpa mengabaikan agenda terdekat seperti Piala Asia 2027.
"Untuk periode jangka pendek atau yang akan datang, kami akan membahas lebih mendalam hal-hal spesifik yang ingin kami selaraskan dengan visi 2030. Kami berada di sini, di Indonesia, karena ingin lolos untuk Piala Dunia 2030," terang Zwiers.
"Jadi, kami ingin menyelaraskan pencarian pelatih dengan visi tersebut. Secara strategis, tujuan kami jelas. Namun, dalam jangka pendek, kami juga punya target di Piala Asia," tambah mantan Direktur Teknik FA Yordania itu.
Rekam Jejak yang Terbukti di Berbagai Level
Lebih lanjut, Zwiers menyatakan bahwa pelatih Timnas Indonesia selanjutnya harus memiliki rekam jejak yang jelas dan terbukti berhasil, baik dalam proyek jangka pendek, menengah, maupun panjang.
"Pelatih selanjutnya harus memiliki rekam jejak yang terbukti tampil baik dalam jangka waktu pendek. Lalu, seorang pelatih yang juga bisa berhubungan baik dengan komunitas dan fans, serta memahami identitas yang kita pegang," ucap Zwiers.
"Itu adalah pilar dasar yang tengah kami kerjakan. Namun, kami masih mendalami mengenai KPI (Key Performance Indicator) secara lebih detail," tutupnya.
Artikel Terkait
Nvidia Kembali Produksi Chip H200 untuk Pasar China Setelah Dapat Izin Ekspor AS
Lalu Lintas Tol Cipali Melonjak 97% Usai Penerapan Sistem Satu Arah
Bank Raya Siapkan Layanan 24 Jam dan Tarik Tunai Tanpa Kartu untuk Libur Panjang 2026
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Tewas dan 33 Luka-luka