Brasil Undang Indonesia ke COP30, Akui Program Makan Bergizi Gratis sebagai Praktik Baik Dunia
Brasil secara resmi mengundang Indonesia untuk menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) yang akan diselenggarakan di Belem, Brasil. Undangan ini disampaikan langsung oleh Ibu Negara Brasil, Janja Lula da Silva, yang mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia sebagai salah satu praktik terbaik dunia dalam memperkuat ketahanan gizi sekaligus mendukung agenda ketahanan iklim global.
Undangan Meninjau Program dan Teknologi Ramah Lingkungan Brasil
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Nani Hendiarti, mengonfirmasi bahwa undangan tersebut juga mencakup kesempatan bagi Indonesia untuk mempelajari penerapan teknologi ramah lingkungan dalam program School Meal Global di Brasil. "Ibu negara tadi mengundang karena akan ada COP30 di Belem. Beliau mengundang kita untuk meninjau fasilitas dan program yang mereka sudah jalankan," ujar Nani.
Kesempatan Belajar Teknologi Biodigester dan Energi Terbarukan
Staf Khusus Menko Pangan Bidang Kebijakan Strategis, Meizani Irmadhiany, menambahkan bahwa tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) akan berkesempatan melihat langsung beragam teknologi yang dikembangkan Brasil. Teknologi tersebut termasuk biodigester untuk pengembangan energi terbarukan dalam proses memasak. "Program school meal di sekolah ini juga bisa mendorong lahirnya teknologi dan ekosistem baru, bukan hanya yang berdampak langsung, tapi juga untuk pengembangan teknologi masa depan dalam mengatasi perubahan iklim. Jadi, green," jelas Meizani.
Masukan dari Brasil tentang Pemilihan Bahan Baku Lokal
Ibu Negara Brasil juga memberikan masukan berharga terkait pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal pemilihan bahan baku. Di Brasil, penggunaan bahan baku lokal bahkan telah diatur dalam undang-undang. Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, menjelaskan, "Langkah ini menghindari waktu yang terlalu lama hingga bahan sampai di dapur, sehingga kondisinya tetap segar dan kualitasnya terjaga."
Prinsip Keamanan Pangan dalam Pelaksanaan MBG di Indonesia
Prinsip serupa mengenai penggunaan bahan baku lokal dan segar ternyata telah diterapkan di hampir seluruh dapur pelaksana program MBG di Indonesia, termasuk di SPPG Halim. Menurut Dian Fatwa, keamanan pangan menjadi prioritas utama. "Anak-anak yang menerima makanan dari program MBG ini mendapatkannya dalam kondisi segar dan aman. Jarak tempuh dari dapur ke sekolah tidak lebih dari 15 menit, dan makanan langsung dikonsumsi oleh siswa," tegasnya.
Undangan ke COP30 ini menandakan pengakuan internasional terhadap komitmen Indonesia dalam membangun ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya global mengatasi perubahan iklim.
Artikel Terkait
Prabowo Kunjungi Miangas, Janji Rawat Bandara dan Perbaiki Puskesmas yang Tak Pernah Direnovasi Sejak Era Soeharto
Pemilahan Sampah di Jakarta Resmi Dimulai 10 Mei 2026, Antisipasi Kebijakan Baru TPST Bantargebang
Buaya Putih Muara Muncul di Cisadane, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
FIFA Gelar Tiga Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan AS