Tur Asia Donald Trump 2025: Agenda KTT ASEAN dan Pertemuan Penting dengan Xi Jinping
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungan penting ke Asia pada minggu ini. Rencana perjalanan diplomatik ini mencakup kunjungan ke tiga negara strategis: Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.
KTT ASEAN di Kuala Lumpur Jadi Agenda Pembuka
Tur Asia Donald Trump dimulai dengan kehadiran dalam pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia pada 26-28 Oktober 2025. Ini menandai lawatan pertama Trump ke Asia selama masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS.
Selama KTT ASEAN, Trump dijadwalkan menandatangani perjanjian dagang bilateral dengan Malaysia. Momen bersejarah lainnya yang akan disaksikan Trump adalah penandatanganan kesepakatan damai antara Thailand dan Kamboja.
Pertemuan Bilateral dan Rekonsiliasi
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengonfirmasi antusiasme Trump terhadap proses perdamaian Thailand-Kamboja. Agenda lain yang mungkin terjadi adalah pertemuan dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, yang bertujuan memperbaiki hubungan bilateral setelah bulan-bulan mengalami ketegangan.
Kunjungan ke Jepang dan Pertemuan dengan Pemimpin Baru
Setelah Malaysia, Trump akan melanjutkan perjalanan ke Tokyo untuk bertemu dengan Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih, Sanae Takaichi. Pertemuan bilateral ini menjadi penting dalam konteks hubungan strategis AS-Jepang.
Puncak Tur Asia: Pertemuan Trump dengan Xi Jinping di Korsel
Bagian paling dinantikan dari tur Asia Trump terjadi di Korea Selatan, dimana Presiden AS akan menghadiri pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Agenda utama adalah pertemuan bilateral dengan pemimpin China Xi Jinping.
Ini menjadi pertemuan pertama Trump dengan Xi sejak kembali menjabat sebagai presiden. Dialog ini memiliki arti penting dalam meredakan ketegangan perang dagang Washington-Beijing. Trump juga berharap mencapai kesepakatan ekonomi baru dengan China.
Agenda Keamanan Regional dan Korea Utara
Isu Korea Utara menjadi perhatian khusus menyusul uji coba rudal balistik yang dilakukan Pyongyang beberapa hari sebelum kunjungan Trump. Meskipun Trump menyatakan harapan untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Gedung Putih belum mengonfirmasi agenda tersebut.
Trump juga diharapkan mendorong China menggunakan pengaruhnya terhadap Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina, menunjukkan kompleksitas agenda diplomasi dalam tur Asia kali ini.
Artikel Terkait
Jaecoo Catat 12.000 Pemesanan untuk J5 EV di Indonesia, 3.000 Unit Telah Terkirim
Lavrov Peringatkan Rusia Tak Akan Diam Jika Ketegangan AS-Iran Meledak
Suzuki Resmi Luncurkan e Vitara, Mobil Listrik Pertamanya di Indonesia
KPK Tetapkan Tersangka OTT Pajak di Banjarmasin, Bukti Uang Rp1 Miliar Diamankan