Argentina termasuk dalam 10 negara yang menolak pembentukan negara Palestina dalam Sidang Umum PBB tahun 2025. Sikap ini merupakan perubahan drastis dari posisi sebelumnya yang mendukung Palestina, sejalan dengan kebijakan Presiden Javier Milei yang secara terbuka menyatakan diri sebagai pemimpin paling Zionis di dunia.
Milei, yang menjabat sejak Desember 2023, membawa perubahan radikal dalam kebijakan luar negeri Argentina. Ia tidak hanya menjauhkan negaranya dari pengaruh poros sayap kiri Amerika Latin, tetapi juga merapatkannya ke kubu Barat, khususnya Amerika Serikat dan Israel. Baginya, Israel adalah garda depan pertahanan nilai-nilai peradaban Barat di Timur Tengah.
Kedekatan Spiritual dengan Yudaisme
Meskipun lahir dan dibesarkan dalam keluarga Katolik Roma, Milei memiliki ketertarikan spiritual yang mendalam terhadap agama Yahudi. Ia rutin mempelajari kitab Taurat bersama rabi pribadinya, Shimon Axel Wahnish, yang kemudian ia tunjuk sebagai Duta Besar Argentina untuk Israel. Milei berulang kali menyatakan niatnya untuk berpindah keyakinan ke agama Yahudi dan mendasarkan pandangan filosofisnya pada nilai-nilai Alkitab tentang kebebasan.
Sikap Tegas terhadap Terorisme dan Iran
Dukungan Milei terhadap Israel semakin menguat setelah eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemerintahannya secara resmi menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris dan secara vokal mendukung hak pertahanan diri Israel. Argentina juga menjadi vokal dalam menentang Iran, negara yang dituduh bertanggung jawab atas pengeboman pusat komunitas Yahudi AMIA di Buenos Aires pada tahun 1994.
Solidaritas Ideologi Sayap Kanan Global
Milei berbagi kesamaan ideologi dengan pemimpin konservatif global seperti Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Komitmen diplomatiknya termasuk rencana memindahkan Kedutaan Besar Argentina dari Tel Aviv ke Yerusalem. Atas dukungannya, ia dianugerahi Presidential Medal of Honor dan Genesis Prize.
Perjalanan Menuju Kursi Presiden
Sebelum menjadi presiden, Milei adalah seorang ekonom libertarian sayap kanan, komentator televisi yang eksentrik, dan anggota parlemen. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari Universidad de Belgrano dan dua gelar master dari Instituto de Desarrollo Económico y Social serta Torcuato di Tella University. Selama studinya, ia beralih dari teori Keynesian ke Mazhab Ekonomi Austria yang mengagungkan pasar bebas.
Karier profesionalnya meliputi posisi sebagai ekonom senior di HSBC Argentina, kepala ekonom di perusahaan dana pensiun Máxima AFJP, dan analis keuangan utama di Corporación América. Ia juga menjadi penasihat ekonomi untuk pemerintah Argentina di badan arbitrase Bank Dunia serta mengajar di berbagai universitas.
Milei mulai dikenal luas pada 2016 melalui penampilannya di talkshow televisi sebagai pengamat ekonomi. Gaya bicaranya yang penuh makian dan kritik keras terhadap elit politik membuatnya populer, terutama di kalangan pemilih muda yang frustrasi dengan inflasi kronis. Pada 2021, ia mendirikan koalisi La Libertad Avanza dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Nasional mewakili Buenos Aires. Pengalaman legislatif ini menjadi satu-satunya jabatan pemerintahan sebelum ia memenangkan pemilihan presiden pada akhir 2023.
Artikel Terkait
Menteri Pertahanan Inggris Baru Bertahan pada Tuduhan Kejahatan Perang Israel
Usai Demam Piala Dunia Mereda, Ribuan Warga Argentina Kembali Protes Kebijakan Penghematan Milei
Emiliano Martinez Buka Peluang Pensiun dari Timnas Usai Kekalahan di Final Piala Dunia 2026
Aktivis Korea Selatan Ceritakan Kekerasan Israel saat Ditahan, Presiden Lee Jae Myung Kecam Keras