Penjaga gawang utama Argentina, Emiliano Martinez, mulai membuka peluang untuk pensiun dari sepak bola internasional setelah kekalahan menyakitkan di partai final Piala Dunia 2026. Pemain berusia 33 tahun yang pernah membawa Argentina berjaya di Qatar 2022 tersebut kini berada dalam fase refleksi mendalam atas karier tim nasionalnya.
Kekalahan dari Spanyol di laga final menjadi pukulan telak bagi kiper Aston Villa itu. Martinez, yang selama ini menjadi sosok vital di bawah mistar gawang La Albiceleste, tampak sangat emosional saat peluit panjang dibunyikan, menandai akhir dari impian meraih trofi Piala Dunia kedua secara berturut-turut.
Melalui akun media sosial pribadinya, Martinez menyampaikan rasa kecewa yang mendalam kepada seluruh rakyat Argentina. “Saya bermimpi untuk memenangkannya lagi; saya bermimpi untuk membawanya kembali ke Argentina dan mencetak sejarah sekali lagi.”
Lebih lanjut, kiper yang pernah menyabet gelar Golden Glove tersebut mengaku kesulitan mengungkapkan rasa sakit yang ia alami setelah pertandingan. Ia menegaskan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menarik diri sejenak dari ingar-bingar kompetisi internasional demi mengevaluasi masa depannya.
“Sejujurnya, rasa sakit ini sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Sekarang saya harus merenungkan banyak hal, melihat bagaimana harus melangkah ke depan, dan memutuskan apakah sudah waktunya untuk menepi,” ungkap Martinez.
Dalam gelaran Piala Dunia 2026, Martinez tampil penuh dalam tujuh pertandingan dengan total 690 menit bermain, mencatatkan tiga clean sheet, melakukan 29 penyelamatan, dan kebobolan sembilan gol. Berkat penampilannya yang konsisten, ia membantu Argentina melaju hingga partai final sebelum akhirnya harus puas sebagai runner-up.
Artikel Terkait
Final Piala Dunia 2026 Tembus 62 Juta Pemirsa AS, Lampaui NFL Musim Reguler
Parodi Piala Dunia 2026 oleh Bocah Majene Viral, Kreativitas Kampung Mendunia
Piala Dunia 2026 Rampung, Deretan Rekor Terpecahkan dari Penonton hingga Negara Terkecil
Nico Williams Beri Medali Piala Dunia ke Sang Ibu, Kenangan Perjuangan Imigran