Ketika lagu kebangsaan Spanyol berkumandang di ajang internasional seperti Piala Dunia 2026, para pemain tim nasional hanya berdiri khidmat tanpa ikut bernyanyi. Bukan karena tidak hafal, melainkan karena lagu kebangsaan negara itu memang tidak memiliki lirik resmi.
Lagu kebangsaan Spanyol, Marcha Real (Royal March) atau La Marcha Real, merupakan salah satu dari sedikit lagu kebangsaan di dunia yang hanya berupa musik instrumental tanpa teks resmi. Kondisi ini membuat para pemain, pejabat negara, hingga masyarakat Spanyol hanya berdiri mengikuti irama musik tanpa menyanyikan lirik.
Sejarah Marcha Real bermula pada 1761 ketika lagu tersebut muncul dalam buku aturan musik militer Spanyol yang disusun Manuel Espinosa. Saat itu lagu tersebut dikenal sebagai Marcha Granadera (Mars Grenadier), sementara pencipta melodinya hingga kini masih tidak diketahui. Pada 1770, Raja Carlos III menetapkannya sebagai marcha de honor atau mars kehormatan. Seiring waktu, lagu itu semakin melekat sebagai simbol negara dan akhirnya berkembang menjadi lagu kebangsaan Spanyol, meski tanpa pernah memiliki lirik resmi.
Meski kini dikenal tanpa lirik, Marcha Real sebenarnya pernah beberapa kali diberi kata-kata. Versi lirik pernah digunakan pada masa pemerintahan Raja Alfonso XIII. Kemudian, pada era kediktatoran Jenderal Francisco Franco (1939-1975), penyair Jose Maria Peman juga menulis lirik yang digunakan dalam berbagai acara resmi negara. Namun, setelah Franco meninggal dan Spanyol memasuki era demokrasi, lirik tersebut ditinggalkan karena dianggap terlalu identik dengan rezim diktator. Sejak Konstitusi Spanyol 1978 diberlakukan, Marcha Real kembali dimainkan sebagai lagu instrumental tanpa lirik resmi.
Salah satu alasan utama Spanyol hingga kini tidak memiliki lirik lagu kebangsaan adalah sulitnya mencapai kesepakatan nasional. Spanyol merupakan negara yang memiliki keberagaman bahasa dan identitas daerah, seperti Kastilia (Spanyol), Catalan, Basque, dan Galicia. Upaya menetapkan lirik baru kerap memicu perdebatan politik maupun budaya karena dikhawatirkan tidak mewakili seluruh kelompok masyarakat.
Pada 2007, Komite Olimpiade Spanyol bahkan menggelar sayembara nasional untuk mencari lirik baru. Meski sempat terpilih sebuah naskah, gelombang kritik dari masyarakat membuat rencana tersebut akhirnya dibatalkan. Hingga kini, tidak ada satu pun versi lirik yang diakui secara resmi oleh negara.
Meski tanpa lirik, Marcha Real tetap menjadi salah satu simbol resmi Kerajaan Spanyol bersama bendera dan lambang negara. Penggunaan, versi musik, serta aransemen resminya diatur melalui Royal Decree 1560/1997, tetapi regulasi tersebut tidak menetapkan lirik apa pun. Akibatnya, dalam ajang-ajang internasional seperti Piala Dunia, Euro, maupun Olimpiade, para pemain tim nasional Spanyol hanya berdiri mengikuti alunan musik tanpa bernyanyi.
Artikel Terkait
Remaja Argentina Butuh Dana Demi Bertanding Melawan Real Madrid
Dukung Spanyol di Final Piala Dunia, Warga Arab-Amerika di New York Bersatu demi Palestina
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Rekor Berimbang Siap Terpecahkan
Dukungan untuk Spanyol di Final Piala Dunia 2026: Solidaritas Palestina dari Bay Ridge